Event Mangente Dan HUT Kota Ambon Sukses Tuai Protes Warga

IMG 20150907 144059
 Protes Warga Kota Atas Kegiatan Dikota Ambon

Ambon, Bedah Nusantara.com: Event Mangete Ambon dan ulang tahun (HUT) Kota Ambon ke-440 dinilai banyak pihak sangat berhasil dan luar biasa, dengan begitu banyaknya kegiataan spektakuker yang dibuat demi mensukseskan kedua kegiatan tersebut.

Akan tetapi dibalik keberhasilan yang dicetak oleh pemerintah Kota Ambon, baik Event Mangente Ambon dan ulang tahun Kota Ambon lewat acara makan patita (makan bersama) warga Kota Ambon yang berhasil memecahkan rekor Muri dengan kategori makan bersama sejauh kurang lebih dua kilo meter (2Km), ternyata kedua kegiatan tersebut juga berhasil mencetak kecaman dan protes dari berbagai kalangan.

Sejumlah warga masyarakat yang coba dimintai pendapatnya terkait keberhasilan program pemerintah Kota Ambon tersebut mengungkapkan, berbagai tanggapan beragam dan terkesan kecewa dengan apa yang telah dilakukan Pemkot Ambon.

” katong bangga dengan apa yang sudah dibuat oleh pemerintah Kota Ambon, akan tetapi banyak juga kegiatan yang dilakukan sama sekali tidak mengena kepada masyarakat yang ada di kota Ambon, dan terkesan hanya untuk sebuah pencitraan semata”. ungkap beberapa warga masyarakat yang kecewa dengan program pemerintah kota Ambon

Selain itu tak sedikit warga masyarakat yang mempertanyakan terkait penggunaan anggaran dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut, terutama program mangente Ambon yang mana demi suksesnya kegiatan tersebut, berhembus kabar pemerintah Kota Ambon (Pemkot) menggelontorkan dana puluhan Milyard Rupiah mulai dari kegiatan kunjungan ke 33 Provinsi di Indonesia, dan berbagai kegiatan lainnya sampai dengan mendatangkan legenda sepak bola dunia asal Belanda Ruud Gullit beberapa waktu kemarin dan yang paling terakhir adalah perayaan ulang tahun Kota Ambon ke-440.

” Katong sebagai warga kota terkadang merasa heran dengan apa yang dibuat oleh pemerintah Kota Ambon, semua kegiatan yang ada ini sama sekali tidak mengena kepada masyarakat di Kota Ambon, contoh kecil saja ketika kegiatan Ruud Gullit kemarin, katong mesti bayar sebanyak satu juta rupiah demi bisa foto dengan Ruud Gullit, ini kan seng mengena masyarakat”. ungkap beberapa warga Kota Ambon yang diminta pendapatnya terkait segala Event yang terjadi di Ambon

” Penggunaan dana untuk kegiatan tersebut juga katong bingung akang, kanapa pemkot kasih kaluar dana banyak-banyak for kegiatan mendatangkan Ruud Gullit, sedangkan masyarakat dikota ini banyak yang menderita, banyak jalan dan infrastruktur yang rusak, tapi sampai hari ini tidak satu lai yang dong liat, apa ini yang dong bilang pelayanan publik??” tandas beberapa warga kota ditempat terpisah

Protes terhadap program yang dilakukan oleh pemerintah Kota Ambon, ternyata tidak hanya disampaikan secara lisan saja kepada awak media,aksi protes juga dilakukan oleh berbagai kalangan menggunakan media sosial (Medsos) dan hal ini dilakukan sebagai bentuk pertanyaan akan semua program dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Ambon.

Sehingga menurut beberapa kalangan, apa yang dilakukan oleh pemerintah Kota Ambon saat ini terkesan hanya untuk menghabiskan anggaran saja, tanpa ada dampak positif yang akan mewarnai kehidupan warga Kota Ambon kedepannya. (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan