Elly Toisutta: Generasi Muda Jangan Asing dari Musik Daerah, Hawaian Music Band Competition Jadi Ruang Pelestarian Budaya

37e858d8 d0dc 44c4 97e3 c68e87a11bcd

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian musik daerah sebagai bagian dari identitas budaya Maluku, terutama di tengah perkembangan zaman yang semakin dekat dengan beragam pengaruh musik dari luar.

Pesan tersebut disampaikan Elly Toisutta saat memberikan sambutan pada kegiatan Hawaian Music Band Competition Tahun 2026 yang berlangsung di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Ambon, Kamis (29/10/2026).

Dalam sambutannya, Elly mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dapat berkumpul dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan melalui kegiatan yang mengangkat musik sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement ★

Menurutnya, Kota Ambon memiliki hubungan yang sangat erat dengan musik. Musik tidak hanya hadir dalam suasana bahagia, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan keluarga, pergaulan sosial, hingga berbagai tradisi adat dan kebudayaan masyarakat.

Namun, di balik kuatnya identitas Ambon sebagai kota yang lekat dengan musik, terdapat tanggung jawab bersama untuk memastikan kekayaan musik daerah tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.

“Jangan sampai generasi muda kita lebih mengenal musik dari berbagai belahan dunia, tetapi justru asing terhadap kekayaan musik dari tanahnya sendiri,” menjadi pesan penting yang disampaikan dalam sambutannya.

Elly menilai, pelestarian musik daerah tidak boleh hanya dibebankan kepada para seniman atau pelaku budaya. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas musik, lembaga pendidikan, keluarga, hingga generasi muda.

Menurutnya, musik merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan agar tidak semakin jauh dari kehidupan masyarakat, khususnya anak-anak dan kaum muda.

Karena itu, kegiatan seperti Hawaian Music Band Competition memiliki arti penting, bukan sekadar menjadi ajang perlombaan untuk menunjukkan kemampuan bermusik, melainkan juga sebagai ruang membangun kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah.

Elly juga menekankan bahwa musik daerah harus terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi penikmat musik, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Maluku.

Ia berharap, kompetisi tersebut dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk mengembangkan bakat, mempererat kebersamaan, serta memperkuat identitas budaya daerah melalui karya dan kreativitas musik.

Lebih jauh, Hawaian Music Band Competition 2026 mengusung tema “Harmony of the Islands” yang mengandung pesan tentang harmoni atau keselarasan di antara pulau-pulau.

Tema tersebut dinilai relevan dengan karakter Maluku sebagai daerah kepulauan yang memiliki kekayaan budaya, tradisi, dan ekspresi seni yang beragam, tetapi tetap terikat dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Ambon diharapkan terus mendorong ruang-ruang kreatif yang mampu mempertemukan generasi muda dengan warisan musik daerah, sekaligus memperkuat posisi Ambon sebagai kota yang menjadikan musik sebagai bagian penting dari identitas dan kehidupan masyarakatnya.

Elly menegaskan, menjaga musik daerah berarti menjaga identitas budaya agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan