Dinkes Ambon Luncurkan Sempe IVA, Dorong Perempuan Berani Deteksi Dini Kanker Serviks

IMG 6683 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Dinas Kesehatan Kota Ambon meluncurkan inovasi Sempe IVA sebagai langkah mendorong peningkatan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks. Program yang mengusung pesan Sadar, Ajak, Edukasi, dan Periksa IVA tersebut diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan untuk memperluas akses informasi dan pemeriksaan kesehatan reproduksi perempuan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, M.K.M., menjelaskan, Sempe IVA merupakan inovasi yang digagas bersama tim sekaligus menjadi proyek perubahan dalam rangka pelatihan kepemimpinan.

Menurutnya, upaya pencegahan kanker serviks tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan fasilitas dan layanan kesehatan. Hal yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran masyarakat, memberikan edukasi yang benar, serta mendorong perempuan agar tidak takut memanfaatkan layanan pemeriksaan.

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement ★

“Upaya deteksi dini kanker serviks tidak cukup hanya dengan menyediakan layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan peningkatan kesadaran, edukasi, dan keberanian perempuan untuk melakukan pemeriksaan,” ungkapnya dalam kegiatan peluncuran dan talkshow Sempe IVA.

Ia menjelaskan, melalui inovasi tersebut, perempuan didorong untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi, saling mengajak melakukan pemeriksaan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai metode deteksi dini yang sesuai.

Pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan pemeriksaan HPV DNA menjadi bagian dari upaya deteksi dini yang dapat dimanfaatkan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Johan menegaskan, inovasi Sempe IVA tidak boleh berhenti sebatas proyek perubahan dalam pelatihan kepemimpinan. Program tersebut harus dikembangkan menjadi gerakan nyata yang menjangkau perempuan hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Dinas Kesehatan membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk organisasi perempuan, kader kesehatan, keluarga, dan masyarakat.

Ia berharap kader kesehatan, kader PKK, serta unsur Dharma Wanita Persatuan dapat mengambil peran sebagai penggerak edukasi dan pendampingan bagi perempuan di lingkungan masing-masing.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting karena masih terdapat perempuan yang menunda pemeriksaan akibat rasa takut, malu, kurangnya informasi, maupun anggapan bahwa pemeriksaan baru diperlukan ketika sudah muncul keluhan.

Karena itu, edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang tepat agar masyarakat memahami bahwa pemeriksaan dini merupakan langkah penting untuk mengenali risiko dan menentukan tindak lanjut medis yang diperlukan.

Johan menyebutkan, keberhasilan Sempe IVA tidak hanya dinilai dari pelaksanaan kegiatan atau seberapa luas nama inovasi tersebut diperkenalkan, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat.

Indikator keberhasilan yang diharapkan antara lain meningkatnya pemahaman perempuan tentang deteksi dini, bertambahnya keberanian untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, serta meningkatnya pemanfaatan layanan pemeriksaan sesuai kebutuhan.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan perempuan memperoleh pelayanan yang tepat berdasarkan hasil pemeriksaan dan kebutuhan tindak lanjutnya.

“Sebagai penggagas inovasi ini, saya dan tim berkomitmen untuk mendorong agar Sempe IVA tidak berhenti sebagai proyek perubahan dalam pelatihan saja, tetapi dapat dikembangkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi perempuan di Kota Ambon,” tegasnya.

Melalui peluncuran Sempe IVA, Dinas Kesehatan Kota Ambon berharap semakin banyak perempuan mendapatkan informasi yang benar mengenai kanker serviks dan mengambil langkah preventif tanpa harus menunggu munculnya gejala.

Johan turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Dharma Wanita Persatuan, para narasumber, serta kader kesehatan yang mendukung pelaksanaan program tersebut.

Ia berharap seluruh pihak dapat terus membangun kolaborasi agar edukasi dan deteksi dini kanker serviks menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan perempuan di Kota Ambon. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan