DLHP Kota Ambon dan BSPJI Maluku Perkuat Kolaborasi Pengelolaan IPAL Industri

IMG 20260204 WA0019

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat komitmen dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan melalui pertemuan antara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon dengan pimpinan serta staf Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Maluku, yang membahas kolaborasi strategis terkait pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri.

Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz, S.STP, M.Si, menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam menjawab tantangan pengelolaan limbah industri yang kian kompleks di perkotaan.

“IPAL industri harus dikelola secara serius, terstandar, dan diawasi secara berkelanjutan. Karena itu, sinergi dengan BSPJI Maluku sangat penting untuk memastikan pengelolaan air limbah sesuai regulasi dan tidak mencemari lingkungan,” ujar Apries Gaspersz saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya regional Maluku dalam memperkuat tata kelola lingkungan hidup, sejalan dengan Rapat Kerja Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi–Maluku yang digelar pada Januari 2026 lalu, yang menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam pengelolaan sampah serta limbah.

Menurut Apries, di Kota Ambon sendiri, pengelolaan IPAL industri masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara kolaboratif, mengingat dampaknya terhadap kualitas lingkungan dan keberlanjutan kota.

Dalam pertemuan itu, agenda utama yang dibahas meliputi optimalisasi IPAL industri, mulai dari aspek standarisasi, pengawasan, hingga pemanfaatan inovasi teknologi agar sejalan dengan regulasi nasional, termasuk ketentuan dalam PMK Nomor 32 Tahun 2025.

“Peran BSPJI sebagai lembaga standarisasi industri sangat strategis. Kami berharap kerja sama ini dapat menghasilkan pedoman pelayanan jasa yang lebih efektif, sehingga kualitas pengelolaan limbah industri di Ambon semakin baik dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Apries menilai langkah tersebut juga mendukung target nasional Indonesia Bersih Sampah 2029, melalui pendekatan pengelolaan limbah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Ia optimistis, sinergi antara DLHP Kota Ambon dan BSPJI Maluku akan memberi dampak jangka panjang, tidak hanya bagi Ambon, tetapi juga dapat direplikasi di kabupaten/kota lain di Maluku, khususnya dalam penataan daerah aliran sungai (DAS) dan penguatan regulasi lingkungan hidup.

“Ambon harus menjadi contoh kota berkelanjutan di wilayah timur Indonesia. Kolaborasi seperti ini adalah langkah konkret ke arah sana,” tutupnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan