Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com:
Kunjungan Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional Kementerian Dalam Negeri, Dr. Handayani Ningrum, SE., M.Si., ke kantor sementara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh jajaran instansi tersebut.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon, Hanny M. S. Tamtelahitu, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat kepada Kota Ambon. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026).
Menurut Hanny, di tengah kesibukan menghadiri agenda Pemerintah Provinsi Maluku terkait peluncuran program Lawamena Satu Data, Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional masih menyempatkan diri berkunjung dan meninjau langsung pelayanan Disdukcapil Kota Ambon.
“Kami merasa bangga dan bersyukur karena tidak semua dinas di Provinsi Maluku mendapatkan kunjungan langsung dari Ibu Direktur. Di tengah kesibukan beliau, masih meluangkan waktu untuk melihat langsung pelayanan yang kami lakukan,” ujarnya.
Hanny mengatakan, apresiasi yang diberikan pemerintah pusat merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Disdukcapil Kota Ambon. Menurutnya, keberhasilan yang dicapai selama ini bukan semata-mata karena peran pimpinan, melainkan karena dukungan seluruh pegawai yang bekerja dengan penuh dedikasi.
“Pencapaian yang diraih Disdukcapil Kota Ambon bukan karena kuat dan hebatnya pimpinan, tetapi karena kerja keras seluruh staf, mulai dari petugas pelayanan hingga jajaran paling bawah. Peran mereka yang mewujudkan keberhasilan ini,” katanya.
Ia menjelaskan, Kota Ambon terpilih sebagai salah satu dari lima kabupaten/kota di kawasan Indonesia Timur yang menjadi daerah percontohan program digitalisasi administrasi kependudukan. Kepercayaan tersebut diberikan karena berbagai indikator pelayanan yang dinilai berhasil, termasuk capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Berdasarkan data terakhir yang diterima pihaknya, jumlah aktivasi IKD di Kota Ambon telah mencapai lebih dari 40 ribu pengguna atau sekitar 15 persen dari target yang ditetapkan. Angka tersebut diyakini terus meningkat seiring dengan upaya sosialisasi dan pelayanan yang terus dilakukan.
“Pencapaian aktivasi IKD Kota Ambon termasuk yang tinggi di wilayah Provinsi Maluku. Itu menjadi salah satu alasan mengapa Kota Ambon dipilih sebagai daerah percontohan,” jelasnya.
Meski di tengah kondisi keterbatasan anggaran yang dialami pemerintah daerah, Hanny menegaskan hal tersebut tidak mengurangi semangat para pegawai untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Apresiasi dari pemerintah pusat ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kami ingin membuktikan bahwa dalam kondisi apa pun pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Hanny menambahkan, berbagai upaya peningkatan pelayanan yang dilakukan Disdukcapil Kota Ambon juga merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas Wali Kota Ambon dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada poin keenam yang menekankan pentingnya pelayanan publik yang mudah, terjangkau, dan bebas dari pungutan liar (pungli).
Menurutnya, Disdukcapil terus berkomitmen menghadirkan layanan administrasi kependudukan yang cepat, transparan, dan berkualitas melalui pemanfaatan teknologi digital serta integrasi layanan pada Mal Pelayanan Publik (MPP). Langkah tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Ambon dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan memastikan seluruh warga mendapatkan hak pelayanan secara mudah tanpa biaya.
“Disdukcapil Kota Ambon mendukung penuh pelaksanaan program prioritas Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota, terutama pada poin keenam, yakni pelayanan publik yang mudah dan terjangkau melalui MPP serta bebas dari pungli. Seluruh pelayanan administrasi kependudukan yang kami berikan tidak dipungut biaya dan kami terus berupaya agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin baik dari waktu ke waktu,” ujar Hanny.
Ia juga mengapresiasi seluruh pegawai Disdukcapil Kota Ambon yang selama ini menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan tugas pelayanan. Menurutnya, semangat melayani telah menjadi budaya kerja yang terus dijaga oleh seluruh jajaran.
“Kalau ada kegiatan pelayanan maupun jemput bola ke masyarakat, semua pegawai turun bersama. Tidak ada yang menunggu perintah khusus. Semangat melayani itu yang terus kami pertahankan,” ungkapnya.
Hanny berharap kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Disdukcapil Kota Ambon untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, modern, dan berorientasi pada kebutuhan warga.
“Intinya kami akan terus bekerja dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Itu yang menjadi motivasi utama kami,” tutup Hanny (BN Grace)





