Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perikanan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan. Salah satu upaya yang kini sementara didorong yakni optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pembangunan cold storage, hingga penguatan sistem distribusi hasil tangkapan nelayan di Kota Ambon.
Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Henly Claudia Simatauw, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (25/5/2026), mengatakan sektor perikanan memiliki potensi besar dalam menopang perekonomian daerah apabila dikelola secara maksimal dan terintegrasi.
Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon sementara menyiapkan pembangunan cold storage lengkap dengan fasilitas pendukung lainnya agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh nelayan maupun pelaku usaha perikanan.
Ia menjelaskan, keberadaan cold storage sangat penting dalam menjaga kualitas ikan hasil tangkapan agar tetap segar sebelum dipasarkan. Selain itu, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga ikan di Kota Ambon, terutama saat hasil tangkapan melimpah.
“Cold storage ini salah satunya untuk menjaga stabilitas harga karena subsidi dari provinsi sudah tidak ada lagi,” ujar Henly.
Meski demikian, ia mengakui operasional cold storage membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk kapasitas penyimpanan sekitar 30 ton saja, biaya listrik yang harus disiapkan dapat mencapai kurang lebih Rp100 juta setiap bulan.
Karena itu, pemerintah sementara merancang sistem pengelolaan yang tepat agar fasilitas tersebut nantinya dapat berjalan efektif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Selain pembangunan cold storage, Dinas Perikanan juga fokus melakukan penataan sistem distribusi hasil tangkapan ikan melalui optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pemerintah menargetkan seluruh hasil tangkapan nelayan nantinya dapat melewati TPI melalui sistem kanalisasi distribusi.
Langkah tersebut dinilai penting karena seluruh hasil tangkapan yang masuk melalui TPI akan tercatat secara resmi sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan PAD Kota Ambon.
“Tahun ini pemerintah mulai membangun satu TPI sebagai pusat distribusi di kawasan Nusaniwe,” jelasnya.
Henly menuturkan, keberadaan TPI sebagai pusat distribusi akan mempermudah pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap hasil tangkapan nelayan sekaligus menciptakan sistem perdagangan ikan yang lebih tertata dan transparan.
Dengan sistem tersebut, pemerintah juga berharap harga ikan di tingkat nelayan maupun masyarakat dapat lebih terkontrol karena proses distribusi menjadi lebih teratur.
Tak hanya itu, Dinas Perikanan Kota Ambon juga mulai menyiapkan fasilitas mobil berpendingin untuk menunjang distribusi hasil perikanan. Mobil tersebut nantinya digunakan untuk menjaga mutu ikan selama proses pengangkutan menuju pasar maupun lokasi distribusi lainnya.
Menurut Henly, selama ini tingginya biaya distribusi menjadi salah satu tantangan yang dihadapi para pelaku usaha perikanan. Karena itu, pemerintah berupaya memangkas rantai distribusi agar biaya operasional bisa ditekan tanpa mengurangi kualitas ikan.
“Kalau distribusi bisa dipotong dan ikan tetap fresh, maka pendapatan TPI juga bisa meningkat secara bertahap,” ungkapnya.
Ia menambahkan, program pengembangan sektor perikanan tersebut tidak hanya difokuskan pada peningkatan PAD semata, tetapi juga untuk mendukung kesejahteraan nelayan serta memperkuat ketahanan pangan di Kota Ambon.
Ke depan, Dinas Perikanan Kota Ambon juga berencana membangun tambahan TPI di beberapa wilayah strategis secara bertahap apabila mendapat dukungan anggaran dari DPRD Kota Ambon.
Pemerintah berharap berbagai program tersebut dapat memperkuat sektor perikanan Kota Ambon sebagai salah satu sektor unggulan yang mampu memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (BN Grace)





