Editor: Redaksi
Jayapura, Bedahnusantara.com: Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menghadirkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya di sektor transportasi udara yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Salah satu kebijakan utama yang diberikan adalah diskon harga Avtur sebesar 10 persen bagi maskapai penerbangan yang melakukan pengisian bahan bakar di beberapa bandara strategis, yakni Bandara Sentani, Bandara Frans Kaisiepo, serta Bandara Pattimura. Program ini telah diberlakukan sejak 14 Maret dan akan berlangsung hingga 29 Maret 2026, bertepatan dengan periode puncak pergerakan masyarakat menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk nyata dukungan perusahaan dalam menjaga keterjangkauan biaya transportasi udara bagi masyarakat.
Menurutnya, kondisi geografis Papua dan Maluku yang didominasi wilayah kepulauan serta keterbatasan akses darat menjadikan transportasi udara sebagai kebutuhan utama, bukan sekadar pilihan. Oleh karena itu, penyesuaian harga Avtur diharapkan dapat memberikan ruang bagi maskapai untuk menekan biaya operasional yang pada akhirnya berdampak pada harga tiket yang lebih bersahabat bagi masyarakat.
“Di wilayah timur, pesawat adalah urat nadi konektivitas. Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa melakukan perjalanan mudik dengan lebih mudah, aman, dan terjangkau,” ungkapnya.
Selain kebijakan harga, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan Avtur. Hal ini dilakukan dengan memastikan ketersediaan stok yang optimal melalui 12 Aviation Fuel Terminal yang tersebar di berbagai bandara di wilayah Papua dan Maluku. Upaya ini menjadi krusial untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar pesawat selama periode libur panjang.
“Kami tidak hanya fokus pada harga, tetapi juga memastikan distribusi berjalan lancar tanpa kendala, sehingga operasional penerbangan tetap stabil selama masa Lebaran,” tambah Ispiani.
Di sisi lain, perhatian terhadap kenyamanan penumpang juga menjadi bagian dari layanan yang dihadirkan. Pertamina Patra Niaga menghadirkan Serambi MyPertamina di Bandara Domine Eduard Osok sebagai fasilitas tambahan bagi para pemudik.
Serambi ini dirancang sebagai ruang singgah yang nyaman bagi penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan maupun transit. Berbagai fasilitas disediakan, mulai dari tempat duduk yang nyaman, pengisian daya perangkat elektronik, area bermain anak, hingga sajian camilan ringan. Tak hanya itu, pemudik juga dapat menikmati layanan kesehatan gratis serta bantuan porter tanpa biaya untuk meringankan barang bawaan.
Kehadiran layanan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu pemudik, Dina, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang diberikan, terutama layanan porter gratis dan ruang tunggu yang nyaman bagi keluarga.
“Dengan adanya Serambi MyPertamina, menunggu pesawat jadi lebih santai. Anak-anak juga bisa bermain, dan kami merasa lebih diperhatikan,” ujarnya.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga berharap momentum Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan lancar, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Indonesia bagian timur. Dukungan terhadap sektor penerbangan ini juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi serta mempererat tali silaturahmi masyarakat di momen hari raya. (BN Grace)





