Dinilai Berhianat PAC PDI-P Tolak Rekomendasikan Seleky

Rekomendasi
PDI-P Tolak Ayub Seleky

Namrole, Bedah Nusantara.com: Seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) se-Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dengan tegas menolak Buce Ayub Seleky untuk dicalonkan kembali sebagai Wakil Bupati Kabupaten Bursel asal PDIP.

Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh PAC dalam Rapat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Maluku dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Bursel serta PAC se-Kabupaten Bursel maupun Pengurus Ranting, Jumat (24/4) di Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Bursel di Kilo Meter I Desa Labuang, Kecamatan Namrole.

Penolakan tidak hanya disampaikan oleh semua PAC, tetapi juga oleh Pengurus Ranting se-Kecamatan Namrole yang hadir dalam Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris DPD PDIP Provinsi Maluku, Lucky Wattimury tersebut.

“Kami menolak Ayub Buce Seleky direkomendasikan DPP PDIP sebagai Calon Wakil Bupati Bursel dari PDIP, karena yang bersangkutan ini dianggap sebagai figur yang pernah berhianat kepada PDIP,” kata para Pengurus PAC maupun Ranting yang hadir dalam Rapat itu.

Dimana, sejumlah PAC yang hadir diantaranya Sekretaris PAC Kecamatan Kepala Madan Haris Mamulati, Sekretaris PAC Kecamatan Namrole Ronal Latbual, Sekretaris PAC Kecamatan Waesama Taher Mahu, Wakil Ketua PAC Kecamatan Leksula Yakobis Wattimena.

Selain PAC defenitif, hadir pula PAC yang sementara dijajaki yakni PAC Kecamatan Ambalau dan Pengurus Ranting yang hadir diantaranya Ketua Ranting Elfule, Ansar Solissa.

Menurut mereka yang menolak tersebut, PDIP tak boleh lagi melakukan kesalahan yang sama dengan merekomendasikan Seleky sebagai Calon Wabup untuk kedua kalinya.

Sebab, pada Pilkada Bursel periode pertama lalu, Seleky yang kalah itu direkomendasikan PDIP dan berpasangan dengan Tagop Sudarsono Solissa dengan slogan Top-Bu akhirnya menjadi pemenang dalam Pilkada tersebut.

Namun, sayangnya, setelah menjabat beberapa bulan sebagai Wakil Bupati, Seleky kemudian lompat pagar ke Partai Demokrat yang dalam pilkada itu berseberangan dengan PDIP.

Tak hanya itu, lanjut mereka, kekecewaan pun mereka rasakan, lantaran mereka merasa ditipu oleh Seleky yang sebelumnya berjanji menyerahkan lahan di Desa Waenono untuk pembangunan Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Bursel hanyalah janji kosong.

Sebab, setelah lahan tersebut dibersihkan, Seleky pun kemudian membangun Restaurant diatasnya.

Mereka meminta agar berbagai pikiran yang telah dituangkan dalam Rekomendasi Rapat Ranting, Musancab dan Konfercab dapat dijadikan bahan pertimbangan DPP untuk mengeluarkan rekomendasi kepada Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati.(BN-09)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan