![]() |
| Sosialisasi Program Kerja Dinas PRKP |
Ambon, Bedahnusantara.com: Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kota Ambon melakukan sosialiasi program kerja bagi 8 desa dan negeri yang ada pada Kecamatan Leitimur Selatan.
Kepala Dinas PRKP Kota Ambon Brury Nanulaitta menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan saat ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat untuk dapat mengetahui tentang tugas, pokok dan fungsi yang akan dilaksanakan dinas PRKP KOta Ambon kepada masyarakat yang ada di Kecamatan Letisel.
“Kita memiliki tiga bidang diantaranya, perumahan rakyat, kawasan pemukiman dan pertanahan yang harus disosialisasikan kepada masyarakat, karena ada program pemerintah yang harus diketahui oleh masyarakat di Kecamatan Letisel,” terangnya saat melakukan pertemua bersama kepada desa, raja dan RT pada 8 desa di kecamatan Letisel, di Kantor Camat Letisel, Kamis (15/3)
Dia menuturkan, ada program-program yang dapat diberikan Pemerintah melalui dana alokasi khusus (DAK) untuk program bedah rumah bagi rumah tidak layak huni, pembangunan perumahan yang difokuskan kepada perumahan maupun rumah pejabat dan pertanahan yang dikhususkan untuk pembangunan tempat pemakaman bagi masyarakat.
Meskipun lanjut dia, nilai bantuan yang diberikan tidak besar namun, dirasakan bermanfaat bagi masyarakat.
“Untuk tahun 2018 kita punya program pembangunan rumah susun bagi aparat sipil negara (ASN) maupun pembangunan rumah tidak layak huni bagi masyarakat kurang mampu di Kota Ambon,” akuinya.
Dia mengatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Pemerintah Indonesia diamanatkan untuk memenuhi target akses universal di tahun 2019 yaitu tercapainya 100 persen akses aman air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak yang kemudian menjadi Gerakan 100-0-100.
“Gerakan 100-0-110 bertujuan mewujudkan lingkungan permukiman yang baik yang berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat,” katanya.
Dia mengakui, untuk semua program yang dilakukan PRKP Kota Ambon telah dimulai sejak tahun 2015 sebesar 55 hektar sementara masih tersisa 35 agar dapat mencapao 90 hektar dan siswa 5 hekat masuk dalam target tahun 2019.
“Dengan sosialisasi semua program dapat berjalan dengan baik dan tidak ada hambatan apapun,” harapnya. (BN-O2)






