Ambon, Bedahnusantara.com: Menjadi daerah yang selalu dikatakan termiskin di Indonesia, tentunya membuat Provinsi Maluku dan Kota Ambon khususnya, harus berupaya sekuat tenaga untuk membawa daerah ini keluar dari kondisi keterpurukan tersebut.
![]() |
| Diduga Takut Terkuat Kebobrokannya, Kadis Pendidikan Kota Serang Wartawan Dengan Pengancaman dan Penistaan Agama |
Salah satu langkah terbaik untuk membawa Maluku dan Kota Ambon untuk keluar dari status provinsi dan kota termiskin serta tertinggal di Indonesia adalah dengan memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia, dalam hal ini lewat dunia pendidikan.
Akan tetapi apalah jadinya jika kemudian semua penganggaran Negara untuk menunjang dunia Pendidikan khususnya di Kota Ambon Diduga dikebiri dan dimutilasi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dalam tubuh Dinas Pendidikan Kota Ambon.
Hal inilah yang menjadi dasar bagi pihak media Bedahnusantara.com, untuk kemudian melakukan penulusuran fakta dan kebenarannya, setelah sebelumnya sejumlah pihak mendatangi pihak redaksi dan menyerahkan sejumlah dokumen serta data terkait dugaan tindak pidana KKN pada tubuh Dinas Pendidikan Kota Ambon tersebut.
Setelah menerima semua laporan pengaduan dan data yang ada team kemudian melakukan Identifikasi kelapangan, dan ternyata apa yang disampaikan oleh para pelapor dan pemberi data, semuanya adalah kebenaran dan bukan isapan jempol atau Hoax.
Mana kala begitu besarnya anggaran pendidikan yang dialokasikan hingga mencapai kurang lebih 18 sampai dengan 20 Milyar rupiah ini, malah disalah gunakan lewat dugaan tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dimainkan oleh Oknum-oknum yang ada pada Dinas Pendidikan Kota Ambon, serta melibatkan sejumlah pihak terkait lainnya.
Menyikapi hasil temuan tersebut, Pimpinan Bedah Nusantara, Steve Palyama kemudian melancarkan sebuah strategi pengumpulan data via media sosial, dengan mencoba menarik peran serta Publik untuk ikut membantu mengungkapkan dan meyampaikan data lainnya yang mereka ketahui terkait persoalan Dugaan Tindak Pidana Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada Lembaga Dinas Pendidikan Kota Ambon yang disinyalir menggunakan Dana APBN tersebut.
Dalam postingannya tersebut, Pimpinan Bedah Nusantara Steve palyama, kemudian memasang sebuah Cuitan atau Postingan pada akun media sosialnya yakni Facebook (FB) dengan tulisan yang berbunyi “ Menulusuri, Aroma Kasus KKN Pada Dinas Pendidikan Kota Ambon. # Aroma Masakan Sungguh Menggoda#,”.
Dan ternyata, strategi yang dilancarkan oleh Steve Palyama ini membuahkan hasil, sejumlah pihak kemudian mulai menghubungi dirinya untuk memberikan sejumlah data lain sebagai data tambahan, maupun data Kasus lainnya yang disinyalir dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Ambon (Karena kegiatannya adalah Program Dinas Pendidikan Kota Ambon).
” Saya Pasang status FB dengan bunyi “ Menulusuri, Aroma Kasus KKN Pada Dinas Pendidikan Kota Ambon. # Aroma Masakan Sungguh Menggoda#,” Tujuanya untuk mendeteksi dan menarik repospon publik terkait kasus dunia pendidikan, dan ternyata hal itu berhasil,” Ungkap Palyama.
Akan tetapi lanjutnya, Hal tersebut (Postingan saya di FB) menimbulkan efek ketakutan kepada Instansi Dinas Pendidikan Kota Ambon, yang mana dalam kapasitasnya sebagai pimpinan. ” Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum. Kemudian mendatangi saya ketika sedang berada pada kantor Pemerintah Kota Ambon, pada rabu 24/02/2021 sekitar kurang lebih pukul 15:00 WIT yang kemudian melakukan penyerangan secara Verbal (kekerasan terhadap phisikology dan mental seseorang) yang bahkan disertai juga dengan Hinaan terhadap kepercayaan dan keimanan saya (Penistaan Agama), serta dibarengi dengan tindakan Pengancaman yang bertujuan atau diduga akan mengakibatkan saya mengalami kerugian atau kerusakan secara fisik, dan hal tersebut disaksikan oleh banyak orang termasuk sejumlah teman-teman wartawan, yang saat itu sedang bersama saya,” Terangnya.
Proses Penyerangan Verbal:
Kadis : Steven se posting se pung status apa itu?!! (Nada marah)
Saya : maksudnya pa kadis (karena postingan saya di FB banyak)
Kadis : Se biadap, tar tahu diri.!!
Saya : maksud pa kadis?
Kadis : Se tutup se dalam mulu..!!
Saya : Maksud pa kadis apa?
Kadis : Se tar tahu diri, Cuma tagal program balom jalan saja lalu bikin hal
Saya : Maksud pa kadis apa? Program apa? Itu lain konteks.
(Program yang dimaksud Kadis adalah program yang kami Usulkan ke Pa Walikota dan sudah disetujui untuk dilakukan).
Kadis : se bikin status kaya anak kacil.!!
Asal kata Wartawan, tapi wartawan tar profesional.
Barang se tahu se batul??
Saya : Ia udah pa Kadis, nanti kan baru katong liat kebenarannya dan beritanya.
Kadis : Se nanti lia beta, kata se dapat data kaseng
Kadis : Se balom tahu beta, Beta akan biking Se seng akan basar
Saya : Maksud Pa kadis apa?
Kadis : Barang se tuh batul?
tidak hanya itu saja lanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan ini juga turut menyerang saya secara keimanan dengan ungkapan;
Penyerangan Agama:
Kadis : Asal tiap hari kasih naik Firman Tuhan, padahal kalakuang seng sama
Saya : Maksud Pa kadis apa? Kanapa bawa-bawa soal Firman?
(Ungkapan kepala dinas ini, menurut dugaan saya, berkaitan dengan postingan Quote (Ungkapan Bijak) dari Seorang hamba Tuhan, di akun Facebook (FB) saya, yang memuat pesan penguatan secara Rohani atau Spiritual, yang juga saya landasi berdasarkan Firman Tuhan Yesus Kristus, yang sekaligus menjadi pedoman saya dalam melakukan semua aktifitas dan kerja saya).
Postingan tersebut berbunyi “ Ke- KRISTENAN Bukan Hanya Sebatas MENGETAHUI KEBENARAN, Akan Tetapi Harus Di Ikuti Oleh Tindakan Untuk MENYATAKAN KEBENARAN,” 1 Yohanes 2:6.
Dalam makna Quote ini: Seorang Hamba Tuhan menyatakan maknanya yakni; Saya sebagai seorang Kristen yang sejati, mestinya tidak hanya sebatas mengetahui akan kebenaran, akan tetapi kebenaran yang saya ketahui itu, harus saya wujud nyatakan lewat tindakan nyata (Aksi nyata), untuk menyatakan Kebenaran yang saya ketahui tersebut kepada banyak orang.
Sebab Firman Tuhan di dalam Alkitab mengajarkan saya untuk harus berani berkata Kebenaran, dengan cara katakan Benar diatas Benar dan katakan Salah diatas Salah,. Bahkan pada Fondasi kerja Jurnalistik juga kami diberikan landasan idiologi yang sama, agar kami berani menyatakan kebenaran apapun itu resikonya.
Hal inilah juga yang menjadi fondasi saya untuk mengungkapkan dugaan kasus tindak pidana Korupsi lewat cara dugaan penggelapan dana Setoran Wajib Klasis Pulau Ambon Timur ke Sinode GPM, yang kemudian merugikan Gereja Protestan Maluku sebesar Rp. 6.848.492.540,- (Hasil Audit Team Verivikasi Sinode GPM).
Sehingga tambahnya, ” apa urusannya Pa Kadis untuk mendikte ajaran agama saya, dan Firman Tuhan yang saya jadikan pedoman hidup?, padahal jika pa kadis dapat memahami potingan saya yang berkaitan dengan kerohanian itu, saya telah menjalankan dengan baik, sehingga dapat membongkar dugaan KKN pada lembaga sekelas Sinode GPM. Sehingga pertanyaan saya dimana letak ketidak sesuaian secara tindakan dengan firman Tuhan yang saya pedomani?. bukankah urusan agama dan iman saya itu hak saya, kenapa beliau menyerempet sampai pada ranah itu?,” Imbuhnya.
” Dan ternyata tidak puas sekedar menghina dan melecehkan harga diri saya Beliau (DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum) kemudian melakukan pengancaman kepada saya,” Papar Palyama.
Penyerangan Dengan Ancaman:
Kadis : Se tutup Se dalam mulut, !
Saya : Maksud Pa Kadis apa? Pa Kadis maunya bagaimana?
Kadis : Se tunggu, sabantar beta suruh anak-anak datang cari Se..! (Nada Ancaman)
” Saya hanya mendengarkan sembari kembali menjumpai teman- teman wartawan yang sebagian besar merasa kaget, aneh dan juga marah atas sikap tidak beretika yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum kepada saya. Dan mereka ini adalah para saksi yang mengetahui dan menyaksikan peristiwa tersebut,” Tutupnya. (BN-08)






