Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Deputi Bidang Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan Kemenko Kumham Imipas, Dr. I Nyoman Gede Surya Mataram, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Maluku, Selasa (24/3). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat reformasi sistem pemasyarakatan nasional sekaligus mendorong inovasi di tingkat pelaksana.
Didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, Deputi menegaskan pentingnya peran strategis UPT sebagai garda terdepan dalam pembinaan warga binaan. Ia mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh Lapas dan Rutan di Maluku, yang dinilai mampu menjawab keterbatasan dengan kreativitas serta dedikasi tinggi.
“Pembinaan harus terus dilaksanakan secara optimal dan berdampak nyata. Program yang dijalankan tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga harus mampu membuka peluang kerja bagi narapidana setelah bebas,” tegasnya.
Menurutnya, program pembinaan di pemasyarakatan juga selaras dengan Program Asta Cita Presiden yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Dalam konteks ini, pemasyarakatan memiliki peran penting dalam menyiapkan individu yang siap kembali ke masyarakat.
Meski demikian, Deputi juga menyoroti sejumlah persoalan klasik yang masih dihadapi, seperti overstaying dan overkapasitas di lembaga pemasyarakatan. Ia mendorong langkah konkret dan kolaboratif untuk mengatasi permasalahan tersebut, termasuk melalui optimalisasi kebijakan dan penguatan inovasi di lapangan.
Terkait implementasi KUHP baru, ia menyebut sistem pemidanaan ke depan akan lebih progresif dengan adanya pidana sosial sebagai alternatif sanksi. Namun, kesiapan sumber daya manusia serta sarana prasarana menjadi tantangan yang perlu segera dibenahi.
Sementara itu, Ricky Dwi Biantoro menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat, terutama dalam sosialisasi KUHP yang telah dilaksanakan di Maluku. Ia berharap sinergi antara pusat dan daerah terus diperkuat guna memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal.
Dalam kunjungan tersebut, Deputi bersama rombongan juga berinteraksi langsung dengan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan. Mereka meninjau berbagai fasilitas pembinaan, mulai dari dapur, wisma, bengkel kerja hingga salon sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan peningkatan keterampilan.
Kunjungan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mendorong transformasi pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, serta berorientasi pada reintegrasi sosial. Reformasi berkelanjutan diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masa depan pemasyarakatan di Indonesia. (BN GRACE)





