BPBD Gelar Pelatihan Bagi Sekolah Rawan Bencana

Sekolah%2BTanggap%2BBencana
Pelatihan Bagi Siswa Tanggap Bencana Sekolah

Ambon, Bedah Nusantara.com: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon menggelar pelatihan Unit Siaga Bencana Sekolah (Usi Bela) kepada sekolah di Kota Ambon yang dianggap rawan bencana.

diantaranya: SMP Negeri 1 Ambon, SMP Negeri 11 Ambon, SMP Negeri 7 Ambon, SMP Negeri 13 Ambon, dan SMP Negeri 8 Ambon.
 
kegiatan ini dipusatkan di Aula SMPN 1 Ambon, 17 hingga 23 Mei mendatang. Demikian diungkapkan Kepala BPBD Kota Ambon, Enrico Matitaputty kepada Wartawan (17/5).

Dikatakan, pada kegiatan tersebut, pihaknya lebih memfokuskan kepada lima belas SMP rawan bencana di Kota Ambon dari 47 SMP yang ada. jangka pendeknya dilakukan pada 5 sekolah per lima kecamatan.

Diharapkan setelah ini pengetahuan tentang bencana dapat semakin bertambah di kalangan siswa sekolah. “Kota Ambon merupakan daerah rawan bencana, karena itu pengetahuan kepada siswa sangatlah penting,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Ambon, PMI, BMKG, BASARNAS, BPBD Provinsi, Tagana dan USAID Apik, sekaligus memberikan materi dalam kegiatan dimaksud.

Diharapakan  kedepan dengan adanya sekolah tangguh bencana yang dilakukan, siswa yang tadinya dianggap sebagai kelompok rentan, setelah dilatih dapat menjadi kelompok yang memiliki potensi agar dapat bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi resiko bencana yang ada di Kota Ambon.

“Kita targetkan dari pelatihan yang dilakukan ini, satu sekolah nantinya dapat melahirkan 20 relawan dan mereka nantinya yang akan menjadi pioner untuk melatih siswa yang lainnya,” beber Matitaputty.

Lebih jauh dijelaskan, Pihaknya berencana agar nantinya dapat melakukan kerjasama lanjut bersama stake holder pendidikan lainnya, agar pelatihan ini dapat dimasukan dalam kurikulum sekolah atau mata pelajaran Muatan lokal.

Sementara dalam laporan panitia dijelaskan,pelatihan USI Bela ini nantinya dapat memperkuat upaya pencegahan dan membangun ketahanan masyarakat sekolah dalam mengurangi dampak bencana di wilayah sekolah di kota ini.

Diakui, Tanpa ada upaya terus menerus untuk mendiseminasikan informasi tentang ancaman bencana dan langkah yang tepat, tentu akansangat sulit untuk mewujudkan masyarakat atau sekolah yang tangguh bencana.

Dijelaskan, penyelenggaraan penanggulangan bencana perlu dilakukan di sekolah melalui pelaksaann stategi pengaruh resiko bencana di sekolah harus dilakukan secara struktural guna mewujudkan
budaya kesiap-siagaan dan keselamatan terhadap bencana di sekolah.

“Jadi perlu ada pemberdayaan peran kelembagaan dan kemampuan komunitas sekolah, membangun kemitraan dan jaringan dari berbagai pihak untuk mendukung pelaksanaan pengurangan resiko bencana di sekolah,” ungkap Mattitaputty.

Dalam pelatihan yang diberikan tersebut, ada beberapa komponen yang diajarkan yakni :leadership, konsepso dan karakteristik bencana, pengaruh cuaca dan iklim terhadap kebencanaan, adaptasi perubahan iklim dan pengurangan resiko bencana di sekolah, penyelamatan dan evakuasi, pertolongan pertama, penyusunan rencana kontigensi sekolah dan simulasi.(BN-03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan