Editor: Norin Rehatta
Maluku,Bedahnusantara.com-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku melakukan pengukuhan bunda genre yang berlangsung di gedung TP-PKK Provinsi Maluku, Sabtu (11/06/2022).
Dalam pengukuhan bunda genre juga dilakukan Memorandum of Understanding (MOU).
Dalam sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan Penjabat Sekda Maluku Sadali le mengatakan, sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan stunting.
“Perpres ini merupakan payung hukum bagi Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Penurunan stunting yang telah diluncurkan dan dilaksanakan sejak tahun 2018. Perpres ini juga untuk memperkuat kerangka intervensi yang harus dilakukan dan kelembagaan dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Percepatan Penurunan serta pencegahan stunting di Maluku dibutuhkan keterpaduan sinergitas lintas sektor, maka diperlukan intervensi, perhatian dan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat,untu memberikan asistensi, edukasi dan advokasi, kepada masyarakat, untuk itu diperlukan penyelarasan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan,pemantauan dan pengendalian untuk sadar arti pentingnya memenuhi gizi spesifik dan gizi sensitif.
“Percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Maluku telah diarahkan pada beberapa pilar yaitu komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye dan komunikasi perubahan,” paparnya.
Dia mengakui, salah satu pembaruan strategi percepatan penurunan stunting di Provinsi Maluku dilakukan melalui Duta Perangi stunting (Duta Parenting).
“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Ketua TP PKK Provinsi Maluku dan jajarannya, bersama seluruh OPD yang selalu kerja keras terkait dalam upaya penurunan stunting yang telah memberikan hasil yang menggembirakan dimana angka stunting di Provinsi Maluku mengalami penurunan dari tahun 2019 sebesar 30,88% menjadi 28,70 % tahun 2021,” jelasnya.
Dia menambahkan, kolaborasi kerja berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan konvergensi antara program hingga ke tingkat desa dan kelurahan untuk menurunkan stunting.
“Dalam upaya ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu Lembaga saja, atau hanya dari unsur pemerintah pusat saja.Upaya penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan desa/kelurahan, akademisi, media, swasta,Lembaga swadaya masyarakat, dan mitra pembangunan.
Diwaktu yang sama juga Ketua TP- PKK Provinsi Maluku Widya Murad Ismail menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi yang sangat tinggi keluarga besar BKKBN provinsi maluku
“Kegiatan ini sangat strategis dalam rangka penurunan stating di Provinsi Maluku,” katanya.
Dirinya berharap, kegiatan ini menjadi momentum penting sekaligus warga di Maluku untuk mampu menjamin kwalitas hidup sehingga menurunkan angka stunting di Maluku.
“Kita harus memiliki inovasi dan kerja sama dalam menurunkan angka stunting di Maluku,” tandasnya.( BN-03)







