Bank Maluku–Malut Diwanti-Wanti Komisi III: Target PAD 2025 Harus Naik Tajam

IMG 20251120 WA0000

 

 

Ambon, Bedahnusantara.com — Komisi III DPRD Provinsi Maluku menegaskan komitmennya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mendorong Bank Maluku–Maluku Utara (Malut) bekerja lebih agresif pada tahun 2025. Dorongan ini muncul sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan daerah terhadap hibah, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal Maluku.

 

Ketua Komisi III, Alhidayat Wajo, menyampaikan bahwa kinerja Bank Maluku–Malut harus ditingkatkan, terutama dalam menghasilkan pendapatan yang lebih besar bagi daerah.

 

“Kami menargetkan bukan hanya kenaikan dividen, tetapi juga penguatan sistem penarikan retribusi berbasis elektronik agar lebih efektif,” tegasnya di Ambon, Kamis (20/11/2025).

 

Alhidayat mengungkapkan bahwa realisasi dividen tahun berjalan mencapai sekitar Rp51 miliar, dan Komisi III telah menetapkan target peningkatan 20 persen untuk tahun 2025. Target ini disebut realistis sekaligus menantang, mengingat potensi Bank Maluku–Malut dinilai belum sepenuhnya optimal.

 

Selain itu, Komisi III juga menaikkan target kontribusi pendapatan bank daerah tersebut, dari penetapan tahun ini sebesar Rp500 miliar, menjadi Rp750 miliar untuk tahun depan.

 

“Bank Maluku–Malut harus memberikan kontribusi yang lebih nyata dan signifikan terhadap PAD Maluku,” tegas Wajo.

 

Komisi III mengingatkan bahwa sebagai BUMD, Bank Maluku–Malut wajib memperbaiki tata kelola keuangan, termasuk penyelesaian utang, agar tidak terus bergantung pada dukungan hibah pemerintah daerah.

 

Wajo menegaskan bahwa BUMD harus mampu berdiri mandiri dan menjadi salah satu penopang utama pembangunan daerah.

 

Salah satu fokus penting adalah percepatan penerapan sistem penarikan retribusi secara elektronik untuk memastikan transparansi dan mencegah kebocoran pendapatan, termasuk pada sektor parkir dan layanan lainnya.

 

Wajo juga meminta agar penarikan pendapatan tidak hanya mengandalkan UPTD di tingkat kota atau kabupaten, tetapi diperluas hingga kecamatan dan desa untuk memperluas jangkauan PAD.

 

 

“Dengan sistem elektronik, efisiensi meningkat dan kebocoran bisa ditekan. Dampaknya akan langsung terasa pada kenaikan PAD,” jelasnya.

 

Kebijakan relaksasi pajak yang diterapkan sebulan terakhir turut memberikan kontribusi positif, dengan tambahan pendapatan sekitar Rp4 miliar. Komisi III optimis hingga akhir Desember capaian PAD dapat melampaui target.

 

Selain fokus tahun 2025, Komisi III juga meminta Bank Maluku–Malut menyiapkan rencana kerja sama baru untuk tahun 2026, termasuk penguatan sistem penarikan pendapatan di seluruh wilayah Maluku.

 

“Bank Maluku–Malut memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan PAD. Kami akan terus mendorong agar kinerjanya semakin maksimal,” tutup Wajo” (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan