Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: SMP Negeri 2 Ambon membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk mengembangkan kebun sekolah. Hal itu terlihat saat kegiatan panen tomat bersama Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena yang berlangsung di lingkungan sekolah, Kamis (21/5/2026).
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ambon, Elfi Suatrat mengaku bangga karena kebun sekolah yang dikelola para siswa mampu menghasilkan ratusan buah tomat hanya dalam waktu dua bulan masa tanam.
Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (21/5/2026), Elfi menjelaskan bahwa kebun tersebut awalnya ditanami cabai. Namun karena hasil yang diperoleh kurang maksimal akibat penggunaan pupuk yang tidak sesuai, pihak sekolah kemudian berinisiatif mengganti tanaman menjadi tomat.
“Awalnya itu sebenarnya cabai, tetapi karena pupuknya kurang bagus jadi tidak berhasil maksimal. Akhirnya dimanfaatkan untuk tomat,” ujarnya.
Menurutnya, keputusan mengganti tanaman tersebut justru memberikan hasil yang cukup memuaskan. Dalam sepekan terakhir saja, hasil panen tomat yang diperoleh mencapai hampir 200 buah.
“Memang buahnya sudah cukup banyak, makanya hari ini disisakan sedikit untuk Pak Wali supaya beliau bisa panen langsung dan melihat bahwa SMP 2 punya kebun sekolah walaupun lahannya sempit,” katanya.
Ia mengatakan, kebun sekolah tidak hanya menjadi sarana penghijauan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk mengenal pertanian sederhana sejak dini. Para siswa dilibatkan langsung mulai dari proses penanaman, perawatan hingga panen.
Elfi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan agar mampu menumbuhkan kreativitas dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Pihak sekolah pun berencana mengembangkan sistem pertanian hidroponik sebagai langkah lanjutan dalam pemanfaatan lahan sekolah.
Namun demikian, rencana tersebut masih terkendala keterbatasan area yang tersedia di lingkungan sekolah.
“Kalau hidroponik memang nanti akan dibuat, tetapi masih membutuhkan lahan lagi,” tambahnya.
Kegiatan panen tomat bersama Wali Kota Ambon itu juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan program ketahanan pangan dan edukasi lingkungan di sekolah-sekolah Kota Ambon. (BN Grace)





