Ary Sahertian: Negeri Adat Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Maluku

41df51cf df3c 4d7a a1cb e132cfecf1a6

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Ary Sahertian, menilai keberadaan negeri adat harus ditempatkan sebagai salah satu kekuatan strategis dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Maluku.

Hal tersebut disampaikan Ary saat diwawancarai melalui telepon, Senin (31/8/2026). Menurutnya, pembangunan di Maluku tidak dapat dilepaskan dari karakter sosial dan budaya masyarakat yang masih kuat dengan sistem negeri adat.

Ary mengatakan, hampir seluruh kabupaten di Maluku memiliki desa atau negeri yang memiliki potensi masing-masing. Potensi tersebut, kata dia, harus dikembangkan melalui kebijakan pembangunan yang memperhatikan karakteristik serta kebutuhan masyarakat setempat.

“Ini sebuah kepulauan. Di beberapa tempat ada desa dan negeri yang memiliki potensi masing-masing. Hampir semua kabupaten memiliki kekuatan itu,” ujarnya.

Ia menilai negeri adat tidak boleh hanya dipandang sebagai bagian dari sejarah dan budaya Maluku. Lebih dari itu, negeri adat dapat menjadi basis pengembangan ekonomi masyarakat apabila diberikan ruang dan dukungan kebijakan yang tepat.

Menurutnya, penguatan negeri adat dapat dilakukan melalui pengembangan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sumber daya serta peningkatan kapasitas ekonomi di tingkat desa.

Ary berharap kebijakan pemerintah ke depan mampu memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat negeri untuk mengelola potensi yang mereka miliki secara mandiri dan berkelanjutan.

“Harapan kita masyarakat di negeri-negeri juga bisa merasakan hasil pembangunan. Potensi yang ada harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, DPRD Provinsi Maluku memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan pembangunan tidak hanya berorientasi pada wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh masyarakat di negeri-negeri yang tersebar di berbagai pulau.

Dengan demikian, penguatan negeri adat diharapkan tidak hanya menjaga identitas budaya Maluku, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menghadirkan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan