Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon menegaskan keseriusannya dalam mendorong transformasi digital pemerintahan melalui program Ambon Smart City yang ditetapkan sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah. Program ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis teknologi.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menjelaskan bahwa dari total 17 program prioritas yang disusun untuk periode lima tahun kepemimpinannya, Smart City menempati prioritas ke-13, namun memiliki peran strategis karena bersifat lintas sektor dan menjadi penguat bagi seluruh program pembangunan lainnya.
“Smart City tidak boleh dipahami sebagai program yang berdiri sendiri atau dijalankan secara parsial oleh satu OPD saja. Ia harus menjadi roh dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah, sehingga seluruh OPD dapat bekerja secara terintegrasi, efisien, dan berbasis teknologi informasi,” ujar Bodewin Wattimena saat memberikan sambutan secara virtual melalui Zoom di Ruang Villisingen, Kamis (5/2/2026).
Menurut Wali Kota, penerapan konsep Smart City bukan semata-mata soal penggunaan aplikasi atau perangkat digital, tetapi menyangkut perubahan pola pikir dan budaya kerja birokrasi. Seluruh perangkat daerah dituntut untuk beradaptasi dengan sistem digital yang saling terhubung, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelayanan kepada masyarakat.
Ia menekankan, pemanfaatan teknologi informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan responsif. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan berbasis data yang akurat.
“Kalau sistemnya terbangun dengan baik, maka pelayanan publik akan lebih mudah diakses masyarakat, pengawasan bisa dilakukan secara real time, dan potensi penyimpangan dapat ditekan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bodewin mengingatkan agar seluruh OPD tidak lagi bekerja dalam sekat-sekat birokrasi. Integrasi data dan layanan menjadi kunci utama keberhasilan Ambon Smart City, sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan dapat saling mendukung dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia juga berharap, implementasi Smart City ke depan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dasar, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Target kita jelas, Ambon harus bergerak menuju kota yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi tetap berorientasi pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (BN Grace)





