69 Kepsek Tingkat SD dan SMP Dilantik

Ambon,Bedahnusantara.com:Sebanyak 69 Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilantik berdasarkan SK Walikota Ambon Nomor 750 dan 751 dan Tahun 2021.

AVvXsEj 1o05PQP3fMz7CvCzIIhuiV HSrxRrRbAMogVhy3JO8UHSSLQjarPVYWHKqX08kqTlhtBJs81l5ZcHkonZqQmvMnO VyjX gfiulC2OP7 81fGJGSM6Skd3zur0azk oA7BFBaniIBVTIt88wmRO 6aeOG8pc9YmxdE6ZYJuUHlrFDxf1Rkh897BtQ=w640 h360

Acara pengambilan sumpah-janji serta pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Walikota (Wawali), Syarif Hadler, berlangsung di Tribun Lapangan Merdeka, Kamis (16/12/2021).

Wawali mengatakan, pegeseran jabatan merupakan suatu keniscayaan dalam sebuah organisasi, oleh sebab itu harus dimaknai sebagai tanggungjawabdalam mengemban tugas.

“Marilah kita maknai pelantikan kali ini, sebagai tanggungjawab yang diberikan oleh kepala daerah untuk mengemban tugas dalam jabatan sebagai kepala sekolah,”ungkapnya.

Ditambahkan Wawali, para guru yang dilantik sebagai Kepala Sekolah yang defentif, sebelumnya telah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah di tempat tugas masing – masing.

“Sejak tahun lalu, karena kita masih kekurangan guru, maka guru-guru ini diberikan tugas tambahan sebagai plt. Kepala Sekolah,” terangnya.

Menurut Wawali, kepala sekolah memiliki tugas untuk meningkatkan kualitas pendidikan sebagaimana program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yakni Ambon cerdas. Pendidikan, lanjutnya juga menjadi salah satu elemen penting dalam mengukur Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu daerah.

Kota Ambon pada tahun 2020, memiliki IPM 80,84 yang dikategorikan tinggi. Namun demikian dua elemen penting yang disumbang dari Sektor Pendidikan perlu ditingkatkan, yakni Angka Rata – Rata Lama Bersekolah dan Angka Harapan Bersekolah.

“Harapan lama bersekolah mencapai 16,03 tahun dan rata–rata lama bersekolah 11,92, tahun ini harus terus menjadi perhatian dan fokus dari kepala sekolah untuk terus ditingkatkan, karena dua indikator ini berkorelasi dengan banyak hal, antara lain usia harapan hidup dan sumberdaya manusia di sebuah daerah,” jelasnya.

Terakhir, Wawali mengingatkan agar para Kepala Sekolah dapat menjadikan unit kerja masing – masing laksana sebuah keluarga yang harmonis, serta berhati – hati dalam penggunaan dana BOS.

“Tanamkan motivasi yang benar bahwa menjadi kepala sekolah bukan karena dana BOS, karena itu dana yang dikelola untuk kepentingan sekolah. Sekolah yang sehat itu, karena lingkungan sehat juga relasi internalnya sehat,” pungkasnya. ( BN-02) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan