![]() |
| Karnaval Multietnik Nusantara |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Sebanyak 53 panguyuban dan sanggar seni di Kota Ambon meramaikan karnaval budaya multietnik nusantara dan festival hawaian 2017.
Karnaval budaya dihadiri oleh Direktur Jenderal Kebudayaan RI DR Hilmar Farid, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Hamin Bin Taher, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku Stevanus Tiwery untuk meriahkan Hari Pattimura, BPNB Maluku Gelar Karnaval Budaya 2017 Untuk memeriahkan 200 tahun hari pahlawan nasional Pattimura 15 Mei 2017.
Direktur Jenderal Kebudayaan RI DR Hilmar Farid mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan BPNB Maluku merupakan suatu hal yang luar biasa dalam menyatukan seluruh etnis budaya yang ada di Maluku.
“Ini kegiatan yang luar biasa sehingga, dapat menghasilkan kreatifitas yang luar biasa,” akuinya.
Sejalan dengan adanya karnaval budaya multietnik nusantara 2017, sudah waktu Provinsi Maluku mendirikan sekolah seni agar, dapat mengembangkan talenta-talenta yang dimiliki masyarakat Maluku.
“Iindonesia bersinar dari kebudayaan yang ada di Maluku,”katanya.
Dia turut mengucapkan terima kasih kepada peserta dan masyarakat Maluku yang telah bersedia menjadi tuan rumah bagi multietnih nusantara.
“Ini tanda kebesaran hati yang dibutuhkan Indonesia saat ini untuk membina kebudayaan kita kedepan,” terangnya.
Hal yang sama disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Hamin Bin Taher mengatakan, karnaval budaya multietnik nusantara dan festival hawaian yang dilaksanakan saat ini dalam rangka mengsukseskan perayaan 200 tahun perjuangan pattimura sebagai hal yang dapat menyantukan budaya yang ada di Maluku.
“Budaya merupakan bagian dari musik karena itu, musik dan kebudayaan merupakan melekat pada visi kebudayaan kita bersama,” akuinya.
Dia menandaskan, Proivinsi Maluku kini telah menjadi rumah bagi semua etnik, Maluku bukan saja bagi etnis Maluku, namun telah memberi ruang bagi suku bangsa di Nusantara. Hal itu terlihat dari berbagai marga yang mendiami Provinsi Maluku.
“Betapapun berbeda tetap beta Maluku, ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging,”ungkapnya
Dia berharap, festival hawaian akan memancarkan musik dimana, musik dan hawaian tidak dapat dipisahkan dari orang Maluku.
“Orang Maluku memiliki talenta dalam bermusik, karena itu musik tidak dapat dipisahkan dari orang Maluku,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BPNB Maluku Stevanus Tiwery dalam laporan menambahkan, karnaval budaya multietnik nusantara dan festival hawaian untuk merefreleksikan 200 tahun memaknai keberagaman untuk persatuan dan kesatuan bangsa, karena kita memiliki kekayaan yang begitu kompleks suku bangsa, adat dan budaya menjadi kekuatan tapi kalau tidak dijaga dan dipelihara agar, tidak punah.
“Karnaval budaya diikuti oleh 35 panguyuban yang akan memberi kegembiraan dan rasa syukur terhadap 200 tahun hari pattimura sebagai pahlawan nasional, karena event karnaval budaya sebagai moment silaturahmi antara berbagai etnis yang ada di Indonesia diantaranya, etnis dari sumatera, kalimantan, sulawesi, maluku dan papua kita berbaurt jadi satu dengan berbagai macam seni budaya untuk membangun daerah kita dari aspek kepariwisataan,”paparnya.
Untuk diketahui rute karnaval budaya akan dilaksanakan mulai dari lapangan merdeka, menuju jalan pattimura dilanjurkan ke jalan ahmad yani, turun ke jalan ponegoro, lanjutkan ke jalan AY Patti dan finish di gong perdamaian dunia (GPD) Ambon. (BN-O2)
