Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena secara resmi membuka Festival Kreasi Inklusi Maluku 2025 yang digelar di Ambon City Center (ACC), Minggu (7/12/2025). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember.
Dalam sambutannya, Bodewin Wattimena mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas penyertaan-Nya semua pihak dapat berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat inklusivitas.
“Momentum ini mengingatkan kita bahwa kita hidup dalam keberagaman dan kemajemukan. Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa dalam keberagaman itu, semua warga Kota Ambon memiliki akses yang sama terhadap seluruh aspek kehidupan,” ungkap Bodewin.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon memiliki visi besar untuk periode 2025–2030, yakni membangun Ambon sebagai kota yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, harus mendapatkan ruang, kesempatan, dan perlakuan yang setara.
“Kegiatan hari ini adalah bukti kolaborasi luar biasa antara OJK, Pemerintah Provinsi Maluku, lembaga jasa keuangan, Pemerintah Kota Ambon, serta seluruh pemangku kepentingan. Ini menunjukkan bahwa inklusi di Kota Ambon benar-benar sedang kita bangun bersama,” ujarnya.
Bodewin juga mengapresiasi penampilan tarian kreasi dari anak-anak penyandang disabilitas yang tampil dalam acara tersebut. Menurutnya, meskipun memiliki keterbatasan, mereka mampu menampilkan harmoni dan kolaborasi yang luar biasa.
“Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Jika mereka dengan keterbatasan saja bisa berkolaborasi dan menciptakan harmoni, maka kita yang diberi kesempurnaan tidak boleh kalah semangat,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa Pemerintah Kota Ambon terus berkomitmen menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas, termasuk dalam mengakses layanan publik, pendidikan, dan layanan keuangan. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan semua pihak yang ingin berkontribusi dalam mewujudkan Ambon sebagai kota inklusif.
“Kepada saudara-saudara kita penyandang disabilitas, kalian tidak sendiri. Pemerintah ada, masyarakat ada, dan kami semua hadir untuk mendukung kalian,” kata Bodewin dengan penuh empati.
Festival Kreasi Inklusi Maluku 2025 turut menampilkan berbagai pertunjukan seni, pameran kreativitas disabilitas, serta edukasi layanan keuangan inklusif. Kegiatan ini menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam menciptakan masyarakat Maluku yang ramah, berkeadilan, dan setara. (BN Grace)





