Umat Hindu Maluku Gelar Dharma Santi Hari Nyepi

Hind%2Boke
Ilustrasi Dharma Santi Hari Nyepi

Ambon, Bedah Nusantara.com: Umat Hindu menggelar Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1939 dengan tema ‘melalui catur barata penyepian kita pererat jalinan hidup sesama orang basudara di Provinsi Maluku’.

Kegiatan yang berlangsung di aula Korem 151 binaya dihadiri oleh Gubernur Maluku Said Assagaf, Uskup Diosis Amboina PC mandagi, Ketua Walubi Maluku Wilhemus Jauwerissa,Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Maijen TNI (PUrn) Wisnu Bawa Tanaya dan ketua PHDI Provinsi Maluku I Nyoman Sukadana.

Gubernur Maluku Said Assagaf dalam sambutannya mengatakan, momentum perayaan Dharma Santi Hari Raya Nyepi dapat membawa kehangatan, kebersamaan, kebahagiaan,dan kesejahteraan bagi semua umat hindu dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

“Tahun baru saka memiliki makna yang sangat dalam bagi umat hindu dimanapun berada untuk melakukan refleksi, introspeksi dan evaluasi diri dan menjadi momentum penting untuk melakukan transformasi diri nyepi dapat menjadi sarana untuk mencipt akan kedamaian, menciptakan ketenta raan dan harmoni ketiga hal tersebut tidak datang dengan sedirinya ditengah kemajemukan masyarakat kita, tapi harus diciptakan, dirawat dan dilestarikan,”ujarnya.

Dia mengatakan, pada tahun yang akan datang kegiatan nasional umat hindu dapat  dilaksanakan di Provinsi Maluku, karena akan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah.

“KIta akan atur agar, kegiatan Umat Hindu  secara nasional akan difasilitasi oleh Pemda,”katanya.

Melalui peringatan hari raya nyepi umat hindu dapat mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha kuasa, hubungan sosial dengan sesama, maupun dengan lingkungan itulah makna haiki dari pelaksanaan hari raa nyepi.

“saya berharap, kiranya momentum tahun baru saka dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran religius juga dapat menjadi semangat bagi umat hindu untuk membangun kebersamaa dan persaudaraan syang sekjati dalam kehidupan bermasyarakat,”harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Maijen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tanaya mengaku,yang menjadi tujuan kita kebebasan, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan.

“Kami mengajak umat hindu untuk menjunjung tinggi tujuan hiup kita tersebut,”katanya.

Dia mengakui, dharma santi nyepi menuju surga tidak membalikan tangan lewat kebenaran agama, karena tuntunan agama harus dibaca dan didengarkan petuah.

“Ingat leluhur, ingat sejarah baik sejarah agama dan sejarah bangsa jangan lupa sejarah,”ujarnya.

sebagai anak bangsa kita sama duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, karena kita ingin sebagai dewa bukan dewa.”Kita ingin melakukan yang terbaik,”katanya.

Dia meminta, komunikasi antar sesama umat manusia dapat berjalan dengan baik, karena Tuhan telah menciptakan dunia sempurna, karena ada manusia, hewan, dan tumbuhan itu sempurna.

“Karena ciptaan itu baik maka, manusia harus berbuat yang terbaik bagi sesama,” tandasnya.

Hal yang sama disampaikan,ketua PHDI Provinsi Maluku I Nyoman Sukadana menambahkan, perayaan nyepi 1939 saat ini mengambil tema ‘melalui catur barata penyepian kita pererat jalinan hidup sesama orang basudara di Provinsi Maluku’.

“Tidak terasa tema yang diambil sangat istimewa karena, Maluku terus mewujudkan dan memperkuat simpul-simpul persaudaraan,”ungkapnya.

Umat Hindu terus mengakui adanya keberagaman dalam keanekaragaman untuk mencetuskan bhineka tunggal ika, karena itu umat hindu di Provmal menyadari keberadaan yang tak terpisahkan dari masyarakat Maluku yang sangat majemuk baik suku maupun keyakinan.

“Umat hindu yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota bawa perbedaan adalah sebuah keniscahyaan yang berasal dari ingin terus kami pererat dan tingkatkan karena, kami percaya tidak hanya hubungan yang terikat secara biologi namum, persaudaraan yang murni antar sesama manusia,”ungkapnya.(BN-O2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan