Tradisi Timba Laor Mesti Dilestarikan

timba%2Blaor
Tradisi Timba Laor Di Maluku

Ambon, Bedah Nusantara.com: Tradisi mengambil hasil laut sudah menjadi budaya yang melekat pada diri masyarakat Maluku, tak terkecuali Masyarakat Negeri Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon yang terus melestarikan tradisi timba laor atau menangkat cacing laut secara beramai-ramai.

Raja Negeri Latuhalat Audy Salhuteru mengatakan, timba laor yang dilakukan masyarakat Negeri Latuhalat merupakan suatu tradisi yang terus dilestarikan secara turun menurun.

“Kita terus melestarikan budaya timba laor yang telah menjadi tradisi masyarakat sejak nenek moyang,” ujarnya kepada Ambon Ekspres, Kamis (6/4).

Dia mengakui, tradisi timba laor dilakukan masyarakat Negeri Latuhalat secara beramai-ramai mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dengan menggunakan siru-siru sebagai alat penangkap cacing laut.

“Laor biasanya muncul pada bulan Maret hingga April, dimana semua masyarakat beramai-ramai menggunakan siru-siru untuk menangkap cacing laut dan ember untuk menempati cacing laut,”paparnya.

Dia menjelaskan, tradisi timba laor terus dilestarikan sampai saat ini, karena cacing laut akan muncul pada kawasan pesisir Nusaniwe dimana, muncul cacing laut akan dipengaruhi cuaca.

“Laor merupakan perisiwa alam yang langka dan unik karena pelaksanaanya bersamaan dengan perayaan Jumat Agung, dimana tradisi ini merupakan berkat alam yang luar biasa dan telah dikenal sejak ratusan tahun lalu,” katanya.

Dia menambahkan, tradisi budaya Timba Laor harus dikemas dalam bentuk suatu event, agar dikenal masyarakat di Indonesia khususnya Maluku.

“KIta ingin adanya suatu event untuk melestarikan budaya yang ada di Negeri Latuhalat,”tandasnya.(BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan