Ambon,Bedahnusantara.com:Taman Budaya Provinsi Maluku menggelar Pentas Seni Budaya Maluku Tahun 2021 yang berlangsung secara virtual, Senin (3/10/2021).
![]() |
| Taman Budaya Provinsi Maluku Gelar Pentas Seni Budaya Maluku Tahun 2021 |
Pentas Seni Budaya Maluku dengan menghadirkan Grup Sawat Batu Merah, The Eight ChoirTeam, Grup Totobuang Sanggar Soulutuhua Negeri Naku, Menilik Maluku, Sanggar Seni Wairanang, Ghetto Side, Toto Buang Berpantun Waimahu, Fernandi Tasane, Calvin Papilaya, Kelompok Musik Babatu Ulahanan, People of Halong Dance.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Dr.Ir. Insune Sangadji saat membuka dengan resmi Pekan Seni dan Budaya Provinsi Maluku mengajak, masyarakat Maluku untuk mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena, diberikan kesempatan untuk menggelar kegiatan tersebut.
“Penyelenggaraan Pentas Seni dan Budaya Maluku yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku melalui Taman Budaya Provinsi Maluku tahun 2021 dalm suasana sehat dan PPKM tahap ke-3 sebagai akibat, Covid-19 yang masih terus mewabah di negeri ini,” ujarnya.
Dikatakan, kegiatan Pentas Seni dan Budaya Maluku diselenggarakan pada Pekan Kebudayaan Daerah Maluku sekaligus memeriahkan HUT proklamasi Kemerdekaan RI ke-76 dan HUT Provinsi Maluku ke-76.
“Meskipun tahun ini, Pekan Kebudayaan Daerah tidak dapat diselenggarakan karena, terjadi konsentrasi pada penanganan Covid-19 pada sisi lain Pentas Seni Budaya Maluku. Hal ini juga dilaksanakan untuk menjawab amanat yang tertuang dalam UU No.5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan dengan 4 domain utama yaitu perlindungan pengembangan pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan,” paparnya.
Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya menyelenggarakan event-event pertunjukkan seni budaya seperti yang disaksikan saat ini.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memotivasi semua pihak baik para seniman, komunitas seni sanggar maupun organisasi kesenian untuk tetap semangat dan terus berkarya serta menghasilkan karya unggulan walaupun di tengah-tengah pandemi Covid-19,” ungkapnya.
saat ini kita harus berdamai dan berdampingan dengan covid-19 kita tidak lagi menganggap sebagai penghalang dalam berekspresi dan meningkatkan aktivitas berkesenian.
Sementara itu, Ketua Panitia Drs. Reni Sopaheluwakan dalam laporannya mengatakan, kegiatan Pentas Seni dan Budaya merupakan program yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku melalui Taman Budaya Provinsi Maluku sebagai unit pelaksana teknis yang memiliki tugas, pokok dan fungsi melakukan pembinaan dan pengembangan kesenian sebagai unsur budaya di provinsi Maluku.
“Kegiatan ini merupakan pembinaan dan pengembangan kreativitas seni bagi seniman dan kelompok seniman dan kelompok sanggar seni,” tandasnya. ( BN-02)






