Ambon,Bedahnusantara.com:Taman Budaya Provinsi Maluku Gelar festival Acapella Eight Choir secara virtual yang berlangsung di kantor Taman Budaya Maluku, Senin (03/08/20)
Kepala Taman Budaya Provinsi Maluku Semi Toisuta mengatakan, dalam dunia musik ada dua model bernyanyi yakni bernyanyi secara capella dan acapella.
“Kalau capela dapat menggunakan musik sementara, acapella tidak menggunakan musik, dimana acapela telah menjadi kekuatan bermusik secara universal yang pernah dilakukan grup acapella pentatonik yang berkembang pesat sehinggam tidak diragukan keberadaannya,” ujarnya.
Dia mengakui, di Indonesia banyak grup acapella yang memiliki suara yang merdu, sehingga Taman Budaya berupaya untuk mengembangkan grup acapela agar, dapat bersaing dengan secara sehat dalam dunia musik.
“Konsep paduan suara atau choir lebih tertarik dengan konsep acapella pada lagu-lagu yang bersifat rohani, meskipun dalam dunia entertain acapella dinilai sulit. Karena itu, Taman Budaya Provinsi Maluku berupaya mengembangkan pertumbuhan grup-grup acapella di Maluku,” paparnya.
Lebih lanjut Toisuta menjelaskan, Taman Budaya Provinsi Maluku berupaya untuk mengembangkan grup acapella karena, dengan acapella orang tidak membutuhkan alat musik maupun musik pengiring.
“Artikulator yang paling penting dalam acapella dengan menggunakan aranger untuk menggunakan lagu dalam komposisi untuk dinyanyikan secara bersama. Ini merupakan tujuan yang pertama dengan menampilkan group acapella agar, dapat bersaing di daerah lain.
“Persaingan itu penting, dalam belantika musik secara komersial karena, dalam persaingan itu orang bisa mendapatkan posisi maupun pengakuan masyarakat terhadap kualitas musik di Maluku. Apalagi Kota Ambon sebagai Ibukota Provinsi Maluku yang memiliki gelar kota kreatif musik dunia versi UNESCO,” ungkapnya.
Dia menambahkan, dalam konteks identitas kota kreatif musik dunia, Maluku harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan musik dalam mengeksplor kemampuan musikalitas yang ada di daerah.
“Dalam rangka itu, Maluku butuh pertumbuhan persemaian melalui kegiatan musik acapella yang diekspos oleh Taman Budaya Provinsi Maluku,” tandasnya.( BN-02)






