Maluku,Bedahnusantara.com:Taman Budaya Provinsi Maluku menggelar festival musik rakyat tahun 2021 yang berlangsung di Taman Budaya Karang Panjang, Rabu (8/12/2021).
Festival musik rakyat akan diisi para seniman daerah Maluku antara lain, Bambu Lapis Gaba-Gaba (BALAGA), Sebuah Komunitas Musik Tradisi yang alat musiknya dibuat dari Bambu dan Gaba-Gaba, Amboina Ukulele Kids Community yang beranggotakan lebih dari 200 anak pemain ukulele, JP Band, sebuah band dengan genre Pop
IKARDI Band (Ikatan Keluarga Artis Dangdut Indonesia Wilayah Maluku yang bernaung di bawah Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Provinsi Maluku dan
Penyanyi Kota Ambon diantaranya, Willy Sopacua, Joanne Saimima, Rovie Tahya, Meiano Nicolas, Grace Sinanu, Usman Hitu, Winda Kwalomine, Kabatia Patty, dan Difanny
DJ Kenza Trona; serta Maluku, Chalvin Papilaya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Insun Sangadji yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Husen. Spd.Mpd mengatakan, tugas pemerintah untuk menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi untuk memperkuat kebudayaan
Melindungi dan mengembangkan nilai, ekspresi dan praktek kebudayaan tradisional untuk memperkaya kebudayaan nasional;
mengembangkan dan memanfaatkan kekayaan budaya untuk memperkuat kedudukan Indonesia di dunia internasional., Serta meningkatkan peran pemerintah sebagai fasilitator pemajuan kebudayaan.
“Gerakan besar untuk pemajuan kebudayaan itu kemudian teraplikasi secara teknis dalam berbagai wujud kegiatan yang melekat pada institusi pendidikan dan kebudayaan maupun institusi lainnya yang memiliki tugas dan fungsi yang bersentuhan langsung dengan kebudayaan,” ujarnya disela-sela festival musik rakyat tahun 2021.
Hari ini kita akan menyaksikan sebuah ekspresi kesenian yang terkemas di dalam satu persembahan seni pertunjukan yang merupakan buah dari kecerdasan bersama untuk mengembangkan kesenian sebagai unsur kebudayaan, meningkatkan kreatifitas sebagai nadinya ekspresi penciptaan; dan
dan mempererat kolaborasi sebagai jalan pencapaian tujuan bersama.
Karena itu, sejalan dengan Visi dan Misi Pembangunan Provinsi Maluku 2019- 2024 yakni Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani.
“Terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan” dan salah satu Misi dari sembilan Misi kami di bidang Kebudayaan adalah Pengembangan dan Revitalisasi Budaya, maka sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten/Kota terus kita perkuat. Hal ini sesungguhnya mencitrakan bahwa yang terkait dengan pencerdasan, keterampilan, pembentukan perilaku tidak bisa kita kreasikan sendiri. Kita butuh kehadiran pihak lain, kita butuh jejaring, kita butuh Team Work, kita butuh banyak stakeholder sehingga dengan hubungan yang terintegrasi itu kita mudah mencapai tujuan besar kita dalam membangun daerah ini,” paparnya.
Dia berharap, terjadinya sebuah simbiosis mutualistis antar pemangku kepentingan dalam dunia seni budaya agar dapat memekarkan taman bunga seni budaya untuk mendorong datangnya para kumbang penyerih, yaitu arus turis. Pada sisi ini kita telah mampu menciptakan ruang ekonomi Kreatif dimana dengan sendirinya menciptakan market. Disitulah posisi strategisnya pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam ruang pencerdasan, dimana pandangan terhadap kesenian tidak hanya terbatas pada instrument hiburan belaka tetapi pada ruang kreatifitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan bagi para pelakunya maupun pada dimensi multiply effect.
“Walaupun kita sadari bahwa saat ini kita masih bergelut dengan Pandemi Covid-19 yang mempengaruhi semua tatanan kehidupan kita termasuk kegiatan seni dan budaya namun kita jangan berkecil hati. Tetap bersemangat memunculkan inovasi-inovasi dalam karya seni dan budaya sehingga kita bisa membuktikan bahwa MALUKU BISA,” tandsnya.
Sementara itu, Plh Kepala Taman Budaya Provinsi Maluku Drs Reny Sopaheluwakan menambahkan, kegiatan festival musik rakyat adalah, wujud komitmen Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas ( BN-02)





