Tak Peduli Keselamatan Siswa, Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Malteng Paksakan Proses Belajar Tatap Muka

Maluku Tengah, Bedahnusantara.com: Masalah pandemi Covid-19 di Provinsi Maluku sampai saat ini belum juga dapat dituntaskan, sekalipun telah tersedia vaksin Covid-19 yang digadang-gadang akan mampu menuntaskan pandemi Covid-19.

kepsek%2BSMA%2B14%2BMalteng
(Plt) kepala Sekolah SMA Negeri 14 Maluku Tengah, Damaris Manuputty, S.Pd.


Hal tersebut semakin diperparah dengan masih banyaknya daerah (wilayah) di Provinsi Maluku baik Kabupaten maupun Kota yang berstatus zona merah Covid-19, termasuk Kabupaten Maluku Tengah.


Seperti yang diketahui bersama, bahwa pandemi Covid-19 telah dengan masif merusak dan menghancurkan berbagai aspek kehidupan yang ada di dunia ini, baik itu Kesehatan, Ekonomi, dan berbagai segmentasi kehidupan lainnya termasuk dunia pendidikan.


Sejak pandemi Covid-19 menyerang Indonesia, dan Provinsi Maluku secara khusus, dunia pendidikan pun turut mengalami imbas yang memilukan, manakala semua aktifitas pendidikan akhirnya harus dihentikan sebagai akibat dari meningkatnya jumlah kasus kematian akibat Virus Corona ini.


Akan tetapi bahaya virus Corona seakan tidak dihiraukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) kepala Sekolah SMA Negeri 14 Maluku Tengah, Damaris Manuputty, S.Pd. Yang mana dengan begitu beraninya mengambil kebijakan melaksanakan program belajar tatap muka (Luring) dengan para siswa disekolah tersebut, khususnya kelas XII.


Berdasarkan informasi dan data yang berhasil dihimpun oleh media Bedahnusantara.com, didapati fakta bahwa Pelaksana Tugas (Plt) kepala Sekolah SMA Negeri 14 Maluku Tengah, Damaris Manuputty, S.Pd. Melakukan kebijakan yang sungguh berbahaya yakni; memintakan orang tua murid memberikan ijin agar anak-anak mereka bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan pola tatap muka secara langsung.


Tidak hanya itu saja, oleh Pelaksana Tugas (Plt) kepala Sekolah SMA Negeri 14 Maluku Tengah, Damaris Manuputty, S.Pd, program tersebut kemudian terkesan dipaksakan untuk disetujui oleh orang tua murid dengan membuat sebuah surat pernyataan.


” Ia kami jujur sangat tidak setuju dengan program nau-nau Kepsek SMA Negeri 14 ini, dia (Kepsek) kira covid-19 ini main-main kapa. Sudah banyak orang yang mati tagal akang virus ini, lalu sakarang dia (Damaris Manuputty, S.Pd, Red) mau bunuh katong anak-anak kapa?,” Ungkap sejumlah orang tua dengan nada marah


Bukan hanya itu lanjut mereka, ” katong juga dapat info dari katong anak-anak, kalau kepala sekolah paksa donk tanda tangan surat pernyataan kesediaan itu mewakili donk orang tua saja. Dan hal ini dilakukan kepada anak-anak yang orang tuanya tidak atau balom kasih balik surat pernyataan kesediaan tersebut kepada pihak sekolah,” Ungkap mereka.


Sungguh sebuah tindakan yang tidak terpuji dan tidak bermoral, serta tidak beretika, mana kala semua pihak sedang dianjurkan untuk melakukan 4M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. pihak sekolah SMA Negeri 14 Maluku Tengah dengan tidak bertanggung jawab lewat Pelaksana Tugas (Plt) kepala Sekolah SMA Negeri 14 Maluku Tengah, Damaris Manuputty, S.Pd, malah memaksakan proses belajar secara tatap muka.


Sampai dengan berita ini dipublikasi, pihak Pelaksana Tugas (Plt) kepala Sekolah SMA Negeri 14 Maluku Tengah, Damaris Manuputty, S.Pd belum dapat dikonfirmasi.(BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan