Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut menunjukkan hasil dengan menurunnya jumlah kasus stunting dari tahun 2025 ke 2026.
Wakil Wali Kota Ambon Elly Toisuta, saat memberikan sambutan di Ambon, Rabu (23/9/2026), mengatakan percepatan penurunan stunting harus dimaknai bukan hanya sebagai upaya menurunkan angka, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar memastikan setiap anak di Kota Ambon dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.
Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 279 kasus stunting atau prevalensi 1,60 persen dari total 17.450 balita yang diukur.
Memasuki tahun 2026, angka tersebut kembali menurun menjadi 271 kasus dengan prevalensi 1,58 persen. Dari jumlah tersebut, terdapat 80 balita sangat pendek dan 191 balita pendek.
“Percepatan penurunan stunting harus kita maknai bukan hanya sebagai upaya untuk menurunkan angka, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan bahwa setiap anak di Kota Ambon dapat tumbuh sehat, berkembang secara optimal, dan memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai masa depan yang lebih baik,” ujar Elly.
Menurutnya, pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin. Perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak perlu dimulai sejak masa kehamilan, dilanjutkan pada masa bayi, hingga diperkuat pada periode pertumbuhan berikutnya.
Dalam sambutannya, Elly juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai pemberian makan bayi dan anak yang benar, serta pemantauan pertumbuhan melalui kurva tumbuh kembang yang terdapat dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Buku KIA, kata dia, tidak seharusnya hanya dipandang sebagai buku yang dibawa ketika datang ke Posyandu atau saat memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan. Buku tersebut merupakan salah satu instrumen penting bagi orang tua untuk memantau perkembangan kesehatan dan pertumbuhan anak secara berkala.
Pemahaman terhadap kurva pertumbuhan juga dinilai penting bagi orang tua dan kader, sehingga setiap perubahan dalam pertumbuhan anak dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti dengan tepat.
Pemerintah Kota Ambon sendiri menargetkan penurunan angka stunting sebesar 3 persen setiap tahun. Target tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga hingga masyarakat.
“Capaian ini merupakan kerja kolaborasi bersama dalam penurunan stunting di Kota Ambon,” kata Elly.
Ia berharap tren penurunan tersebut dapat terus dipertahankan melalui penguatan intervensi, pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang serta peningkatan kesadaran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini. (BN Grace)









