Pesparawi Bukan Sekadar Kompetisi, Wattimena Tekankan Pentingnya Harmoni dan Pembinaan Karakter

IMG 5208 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan bahwa pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) XII Pesparawi Kota Ambon Tahun 2026 tidak boleh dimaknai semata-mata sebagai agenda organisasi maupun persiapan menghadapi kompetisi paduan suara.

Menurut Wattimena, Pesparawi memiliki peran penting dalam membangun karakter, etika, moral serta kualitas sumber daya manusia di Kota Ambon. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada kegiatan peserta lomba Raker XII Pesparawi Kota Ambon Tahun 2026 di Amaris Hotel Ambon, Rabu (23/9/2026).

Ia mengatakan, setiap pelaksanaan rapat kerja lembaga Pesparawi harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan kepengurusan, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement

“Ini bukan sekadar untuk organisasi yang harus dibimbing oleh pengurus, tetapi menjadi upaya bersama untuk meningkatkan kerja kepengurusan. Lebih dari itu, kita membangun karakter, etika dan moral yang baik dalam bekerja,” kata Wattimena.

Wattimena menilai, pembinaan melalui Pesparawi juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Ambon dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia kemudian mengibaratkan paduan suara sebagai gambaran kehidupan masyarakat Kota Ambon yang terdiri dari berbagai perbedaan.

Menurutnya, sebuah paduan suara tidak akan menghasilkan harmoni jika hanya mengandalkan satu jenis suara. Sopran, alto, tenor maupun bas memiliki karakter dan peran masing-masing, namun ketika dipadukan dengan baik akan menghasilkan sebuah harmoni yang indah.

“Paduan suara tidak mungkin menciptakan harmoni kalau hanya satu suara. Dia membutuhkan gabungan seluruh suara supaya terdengar. Yang terdengar itulah harmoni,” ujarnya.

Karena itu, Wattimena menekankan bahwa pembangunan Kota Ambon juga membutuhkan kerja bersama. Perbedaan suku, agama, budaya maupun latar belakang masyarakat bukan menjadi penghalang, tetapi harus menjadi kekuatan dalam membangun kota.

“Kota ini hanya bisa dibangun kalau kita semua mengambil peran. Kau berbeda, iya. Tetapi kalau masing-masing memainkan perannya dengan baik, maka harmoni itu akan tercipta,” katanya.

Di sisi lain, Wattimena mengingatkan agar nilai dasar Pesparawi sebagai wadah untuk memuji dan memuliakan Tuhan tidak bergeser hanya karena orientasi kompetisi.

Ia mengakui bahwa perkembangan Pesparawi telah membawa paduan suara masuk dalam berbagai ajang perlombaan. Namun, menurutnya, semangat untuk meraih juara jangan sampai menghilangkan tujuan utama dari pelayanan melalui paduan suara.

“Kalau hati kita sungguh-sungguh memuji Tuhan, pasti nyanyian yang keluar akan menjadi nyanyian yang merdu dan baik. Tetapi kalau pemikiran kita hanya untuk menjadi juara, maka nilai dasarnya bisa bergeser,” tegasnya.

Wattimena juga mengajak seluruh peserta dan pengurus Pesparawi untuk terus meningkatkan kemampuan melalui pembinaan yang berkelanjutan. Kompetisi, kata dia, seharusnya menjadi sarana untuk mengasah kemampuan, bukan sekadar mengejar kemenangan.

Ia berharap proses pembinaan, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kota, dapat dilakukan secara serius sehingga mampu menghasilkan paduan suara yang tidak hanya memiliki kualitas vokal, tetapi juga memiliki karakter dan semangat kebersamaan.

“Teruslah berlatih, terus mengasah kemampuan. Karena ketika kita masuk dalam kompetisi, tentu kita ingin berprestasi. Tetapi tanggung jawab kita adalah memastikan pembinaan itu berjalan dengan baik,” ujarnya.

Wattimena menambahkan, keberhasilan sebuah paduan suara tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu penyanyi, tetapi bagaimana setiap individu mampu menyatukan kemampuan dalam sebuah harmoni.

“Semua suara boleh berbeda, tetapi ketika disatukan dan masing-masing memainkan perannya, maka menghasilkan harmoni. Begitu juga dengan kehidupan kita di Kota Ambon,” tandasnya.

Ia berharap Raker XII Pesparawi Kota Ambon Tahun 2026 dapat menghasilkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pembinaan, meningkatkan kualitas peserta, sekaligus menjaga nilai spiritual yang menjadi dasar keberadaan Pesparawi.

Dengan demikian, Pesparawi tidak hanya melahirkan paduan suara yang mampu berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Kota Ambon yang berkarakter, berkualitas dan mampu hidup dalam harmoni di tengah keberagaman. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan