![]() |
| Kontingen Khafilah Kota Ambon |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Sekertaris Kota (Setkot) Ambon, A G Latuheru, mengakui, peserta dari Kota Ambon yang mengikuti Musabaqah Tilawatil (MTQ) untuk tahun-tahun lalu dan tahun 2017 ini bukan peserta impor atau peserta yang diambil luar daerah Kota Ambon namun dari diambil dalam Kota Ambon.
“Bukan seperti daerah lain yang menggunakan cara lain untuk memenangkan pertandingan MTQ dengan mengambil peserta impor atau peserta dari luar untuk diikutsertakan dalam MTQ tahun-tahun lalu dengan tujuan untuk menang,”terangya kepada wartawan Selasa (25/4) saat melepaskan khafilah Kota Ambon yang mengikuti MTQ tingkat Provinsi Maluku yang ke-27 di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), di Balai Kota Ambon.
Diakui, walaupun peserta dari Kota Ambon ini belum pernah meraih juara umum tapi anak-anak ini bukan merupakan peserta impor dari luar
“Karena kita tidak sama dengan kota-kota lain yang mengimpor khafilah luar, dan mereka selalu dibina. Karena kalau kita mengambil khafilah dari luar maka kita sendiri yang akan mengalami kesusahan,”katanya.
Diakuinya, dirinya berharap dalam ajang ini dirinya tidak menghendaki akan meraih juara dalam MTQ provinsi namun ada tujuan lain yang harus dicapai yakni membangun hubungan yang baik dengan khafilah lain.
Diakuinya, walaupun Kota Ambon belum pernah meraih juara umum dalam MTQ, namun dalam mata-mata lomba lainnya.
“Tapi nama-nama mereka ada di mata-mata lomba yang lain,”ungkapnya.
Peserta MTQ asal Kota Ambon yang mengikuti MTQ tahun 2017 ini berjumlah 37 orang. (BN-02)






