Sekda Maluku: Pemda Khawatir Akan Muncul Klaster Baru, Saat New Normal

Maluku, Bedahnusantara.com: Setelah dua kali melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Maluku dan memasuki masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi, kian hari pasien positif dan sembuh COVID-19 peningkatannya kian hari makin melonjak seperti sebelumnya. 

kasrul%2Bcovid
Sekda Maluku: Pemda Khawatir Akan Muncul Klaster Baru, Saat New Normal



Dengan demikian Pemerintah Daerah dalam menuju New Normal atau adaptasi kebiasaan baru, ditakutkan akan ada temuan atau muncul klaster baru pada kalangan masyarakat, kantor atau lainnya. 

“Karena memasuki New Nornal atau tatanan baru kantor mulai aktif kembali dan aktifitas sudah berjalan seperti biasa, yang kami takutkan akan muncul klaster baru di kantor-kantor. Bisa saja di kantor, di jalan maupun cafe atau restoran,”Ungkap Ketua Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang kepada awak media di Kantor Gubernur Maluku. 

Kasrul menjelaskan pada kantor Gubernur Maluku nanti pegawai yang masuk kantor hanya 50 persen dan kalau untuk  harus melayani tamu, nanti pihaknya akan memasang tenda diluar kantor. Kemudian desinfektan akan di siapkan di luar ruangan juga, dan akan dilakukan pemetaan terhadap pegawai-pegawai juga. Kalau pegawai-pegawai yang rentan terhadap penularan COVID ini tidak perlu untuk masuk.

Menurut Kasrul, itulah yang harus diperhatikan oleh kita semua, terutama pada pegawai di Kota Ambon maupun Maluku. 

“Karena di Jakarta, ada beberapa daerah yang kantornya memunculkan klaster baru. Di Maluku, terkhususnya Kota Ambon yakni di Balai Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, ada beberapa pegawainya yang terinfeksi positif covid-19, otomatis aktifitas kantor ikut terganggu dengan adanya temuan tersebut,”Beber Kasrul.

Kasrul mengungkapkan dia akan melakukan pengecekan apakah Kepala BPOM juga terinfeksi ataukah tidak, karena kalau tidak salah ada sekitar 20-24 pegawai BPOM yang terkonfirmasi. Saat ini pegawai BPOM yang terkonfirmasi Covid-19, sementara dirawat di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku. 

“Mereka pasti terindikasi di lapangan, sekarang agak susah menemukan klasternya, karena COVID-19 ini sudah ada di komunitas, jadi  agak sulit menemukan klasternya. Kita berdoa saja, mudah-mudahan mereka cepat sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa,”Ujar Kasrul.

Kasrul menambahkan tidak hentinya dia mengingatkan masyarakat untuk hidup bersih, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak sesuai protokol COVID-19.(BN-04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan