Ambon, Bedahnusantara.com: Pada seluruh belahan dunia, pendidikan menjadi tolak ukur akan kemajuan sebuah bangsa dalam segala hal. Olehnya di Indonesia kemajuan mutu pendidikan telah menjadi program prioritas pemerintah, mulai dari tingkat Nasional sampai kepada Kabupaten/Kota.
![]() |
| Salatalohy Diduga Jadi Pelindung Aksi Kejahatan Dantje Damaling |
Akan tetapi apalah jadinya jika dalam dunia pendidikan, terkhusus pada Institusi pendidikan seperti Dinas Pendidikan Kota Ambon. Masih terdapat banyak sekali oknum atau kelompok yang mencoba memanfaatkan kapasitas dan jabatannya untuk memperkaya diri, sehingga harus merugikan orang lain.
Dugaan tindak kejahatan berupa Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada tubuh Dinas Pendidikan Kota Ambon telah bertransformasi dengan sedemikian rupa hingga akhirnya publik kesulitan menemukannya.
Akan tetapi seperti kata pepatah bijak ” Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga” dan Sepintar-pintar bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga”.
Hal inilah yang kemudian dialami atau dilakoni oleh Danje Damaling atau yang lebih akrab disapa Dani Damaling, salah seorang pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Pendidikan Kota Ambon, yang terindikasi menjadi terduga pelaku pemerasan atau dugaan aksi pungutan liar (Pungli) kepada para Guru dan Kepala sekolah yang selama ini menjadi bagian dari tugas pokok dan fungsinya pada bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (TPK).
Fakta ini terungkap setelah sejumlah tenaga pendidik dan sejumlah kepala sekolah menghubungi redaksi Media Online Bedahnusantara.com, untuk kemudian mengadukan persoalan mereka terkait sikap dan tindakan dari Danje Damaling salah satu staf pada Dinas Pendidikan Kota Ambon, pimpinan DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum.
Dalam pemaparan mereka, Dantje Damaling atau yang lebih akrab disapa Dani Damaling ini seringkali dalam mengurusi persoalan data kependidikan dan tenaga kependidikan (Guru dan Kepala Sekolah), selalu menerapkan tindakan wajib setor (pungli) atau mewajibkan para guru atau Kepala Sekolah membayar sejumlah uang dengan dalil ini sudah jadi acuan dan juga akan diberikan kepada kepala Dinas (DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum.).
” Kami ketika datang pengurusan seperti Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) dan SIMPKB, mesti ada uang yang kami bayar, kami tidak tahu itu memang aturan atau hanya kebijakan, akan tetapi kami tetap harus melakukan. Sebab jika tidak kami akan diancam dengan sejumlah ancaman, baik akan dipecat atau dilaporkan kepada kepala Dinas,” Ungkap para narasumber.
Ternyata praktik tindakan pemerasan atau pungutan liar ini telah dilakoni sejak lama, dan hal ini semakin menjadi-jadi manakala DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum. menjabat kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon.
” Dia (Dani Damaling), sering menekan kami dengan ancaman dan jika tidak dipenuhi keinginannya maka akan dilaporkan kepada Kepala Dinas Pa Fathmi. Makanya kami pikir, jangan-jangan ada kaitan juga antara pa Fathmi dengan dia (Dani Damaling). Karena kalau Pa Kadis seng ada kaitan, seng mungkin dia berani berbuat bagitu,” Ungkap Nara Sumber.
Dan ternyata, apa yang diduga oleh sejumlah guru dan kepala sekolah terhadap aksi Dantje Damaling atau yang lebih akrab disapa Dani Damaling ini, terhadap keterhubungan dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum semakin menuju kepada kebenaran.
Dugaan keterlibatan DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon dengan aksi kejahatan Dantje Damaling semakin menguat ketika sejumlah narasumber yang terpercaya menghubungi Team redaksi Bedahnusantara.com, dan menceritakan sejumlah fakta yang semakin membuktikan adanya dugaan keterlibatan DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum dalam aksi Danjte Damaling.
” Apa yang disapaikan oleh para guru dan kepala sekolah kepada media Bedahnusantara.com itu adalah kebenaran, bahkan aksi pemerasan dan pungli yang dilakukan oleh Dani Damaling ini, bukan lagi sebuah rahasia umum di kalangan Dinas Pendidikan Kota Ambon,” Ungkap Narasumber.
Menurut sumber, dalam menjalankan aksinya atau bahkan dalam menjalankan tugasnya, Danjte Damaling (Alias Dani Damaling), tidak pernah mengkoordinasikan kinerjanya atau programnya dengan atasannya seperti kepala Seksi dan kepala Bidangnya. Melainkan secara langsung dia (Dani Damaling) melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas dalam hal ini DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum.
” Dalam menjalankan kerja-kerjanya, dia seng pernah hargai kepala seksi atau kepala bidang, dia langsung dengan kadis. Padahal dalam posisinya sebagai staf saja, dia wajib berkoordinasi secara bertingkat dengan atasan di atasnya sebelum mencapai Kepala Dinas. Tapi selama ini dia tidak pernah menghormati dan menghargai pimpinan di atasnya (kecuali Kadis),” terang Sumber.
Lebih lanjut diterangkan sumber, ” karena dia (Dani Damaling) merasa dekat dengan kadis, maka dalam menjalankan aksinya, dia tidak segan-segan mengancam para guru dan kepala sekolah jika keinginannya tidak dituruti, bahkan tidak jarang ada guru atau kepala sekolah yang harus menitihkan air mata secara diam-diam ketika menghadapi semua aksinya,”.
Ketika ditanya perihal keterkaitan aksi Dani Damaling dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum. Narasumber menyampaikan bahwa pihaknya meyakini sungguh walaupun tetap menjunjung asas praduga, tetapi kuat dugaan keterlibatan DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum dalam kasus ini.
” Kami meyakini sungguh, (walau tetap pakai asas dugaan), namun kami yakin dalam kasus Dani Damaling, ada hubungannya dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum. Mengapa kami katakan demikian?, sebab pada satu waktu dalam moment rapat bersama dengan seluruh jajaran. Kadis sempat menyampaikan dengan jelas kepada kami semua bahwa, Kepala Dinas tidak pernah berkeinginan untuk memutasikan Ibu Ike Hukom dari Dinas Pendidikan Kota. Melainkan dirinya (DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum) berkeinginan kuat untuk mengusulkan Dantje Damaling atau Dani Damaling untuk diangkat menjadi kepala seksi Bidang Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan (PTK) pada jenjang SMP, akan tetapi hal tersebut ditolak,” Jelas Sumber.
Dengan demikian, tambahnya, jika diambil benang merahnya maka akan sangat besar kemungkinan dugaan keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum dengan aksi kejahatan dari Dantje Damaling.
” Kalau ambil benang merah, maka kita bisa menduga ada keterlibatan dengan Kepala Dinas DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum, sebab jika tidak, maka tidak mungkin pada minggu kemarin, ketika menerima SK mutasi kedinas Pemuda Olahraga Kota Ambon, dia (Dani Damaling) kemudian berusaha untuk menolak pemutasiannya tersebut, dan juga mencoba meminta perlindungan dari Kepala Dinas DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum,” Tegas sumber.
Menyikapi informasi tersebut, pihak Media Bedahnusantara.com, juga telah mengkonfirmasikan kebenarannya kepada Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, A.G. Latuheru. dan setelah dikonfirmasikan oleh Sekot, terdapat informasi bahwa memang benar Dia (Dani Damaling) hingga saat ini masih belum mau dimutasikan, sehingga Sekot memerintahkan kepada pihak yang dihubungi untuk segera menghapus data Dani Damaling dari Dinas Pendidikan Kota Ambon dan memindahkannya ke Dinas Pemuda Olahraga.
Hingga berita ini dipublikasikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, DR. Fahmi Salatalohy.,M.Hum tidak bisa dihubungi dan sulit ditemui.(BN-05)






