Riyadi Tegaskan Pemanfaatan HP untuk Pendidikan Harus Diatur Ketat

IMG 20260109 WA0024 scaled

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com:  Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ambon, Riyadi Kamis, S.Ag., M.MPd, menegaskan bahwa penggunaan handphone (HP) di lingkungan sekolah tidak bisa dihindari seiring perkembangan zaman, namun harus diatur secara ketat agar benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Riyadi Kamis saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (9/1/2026). Ia menjelaskan, kebijakan sekolah dalam memperbolehkan siswa membawa HP bukan tanpa pertimbangan, melainkan melalui kajian objektif terhadap realitas kehidupan peserta didik saat ini.

“Kalau kita lihat secara objektif, suka atau tidak suka, anak-anak sekarang hidup di zaman digital. Sangat sulit kalau kita melarang total penggunaan smartphone dalam kehidupan mereka,” ujarnya.

Menurut Riyadi, larangan total membawa HP ke sekolah justru berpotensi tidak efektif. Ia mencontohkan, sejak beberapa tahun lalu sudah ada orang tua yang mengusulkan agar sekolah membuat aturan pelarangan HP. Namun di sisi lain, para orang tua sendiri telah memfasilitasi anak-anak mereka dengan perangkat tersebut di rumah, bahkan tanpa pengawasan yang memadai.

“Orang tua sudah kasih fasilitas HP ke anak, tapi kemudian minta sekolah yang melarang. Ini kan jadi tidak seimbang. Maka yang paling penting bukan melarang, tetapi bagaimana mengedukasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihak sekolah mengambil kebijakan memperbolehkan siswa membawa HP dengan catatan ketat, yakni HP hanya boleh digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Sekolah juga menerapkan sanksi tegas bagi pelanggaran aturan tersebut.

“Kalau satu kali kedapatan main game atau menggunakan HP di luar kepentingan belajar, langsung diberikan Surat Peringatan pertama (SP1). Tidak ada toleransi,” tegas Riyadi.

Ia menambahkan, untuk mendukung pembelajaran berbasis digital, MTs Ambon telah menyediakan fasilitas WiFi gratis yang dapat dimanfaatkan guru dan siswa. Fasilitas tersebut bersumber dari anggaran resmi dan tidak dipungut biaya apa pun.

“WiFi ini gratis. Kalau harus dibebankan biaya tiap bulan, itu justru memberatkan dan tidak efektif. Dengan kecepatan yang ada, fasilitas ini sangat membantu guru dan siswa,” katanya.

Riyadi juga mengungkapkan bahwa sejak September 2022, seluruh ruang kelas di MTs Ambon telah dilengkapi dengan televisi yang terkoneksi internet. Fasilitas ini memudahkan guru dalam menyajikan materi pembelajaran berbasis digital dan visual.

“Semua kelas sudah terpasang TV yang terhubung dengan internet. Guru bisa memanfaatkannya untuk pembelajaran interaktif. Ini jauh lebih efektif dibandingkan metode konvensional,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak sekolah tetap mengingatkan bahwa tidak semua siswa memiliki latar belakang dan pengawasan yang sama dari orang tua. Oleh sebab itu, pengawasan dan disiplin di lingkungan sekolah terus diperketat, termasuk pengaturan waktu, pemantauan aktivitas siswa, serta keterlibatan orang tua.

“Kita terus ingatkan, tidak semua anak bisa difasilitasi dan diawasi dengan cara yang sama. Maka disiplin dan pengawasan harus berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi,” tambahnya.

Ia berharap, dengan regulasi yang jelas dan pengawasan ketat, pemanfaatan teknologi digital di MTs Ambon dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran, sekaligus meminimalisir risiko penyalahgunaan oleh siswa.

“Tujuan utama kita adalah pendidikan. Teknologi ini alat, bukan tujuan. Kalau dimanfaatkan dengan benar, maka sangat membantu perkembangan anak-anak kita,” tutup Riyadi (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan