Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Kepala Sekolah SD Negeri 8 Ambon, Jonna Takaria, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemerintah Kota Ambon terkait larangan penggunaan handphone (HP) di lingkungan sekolah bagi para murid. Kebijakan tersebut dinilai sangat tepat karena penggunaan HP di sekolah kerap mengganggu proses belajar-mengajar.
Menurut Jonna, selama ini penggunaan HP oleh siswa sering menimbulkan gangguan di dalam kelas. Bahkan, ketika guru sedang menyampaikan materi pelajaran, bunyi dering telepon kerap terdengar sehingga mengganggu konsentrasi belajar siswa maupun guru.
“Padahal guru sudah selalu mengingatkan bahwa selama proses belajar berlangsung, semua murid dan guru wajib mematikan HP atau mengaktifkan mode silent,” ungkap Jonna Takaria saat diwawancarai via WhatsApp, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, pada saat jam istirahat atau waktu bermain, sebagian siswa juga memanfaatkan HP untuk bermain game, mengakses media sosial, atau aktivitas lain yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan fokus dan minat belajar siswa.
Meski demikian, Jonna Takaria mengakui bahwa HP juga dapat menjadi alat bantu pembelajaran yang efektif apabila digunakan secara bijak dan sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, pihak sekolah masih memberikan toleransi bagi siswa untuk membawa HP dalam kondisi tertentu.
“Kami mengizinkan siswa membawa HP untuk keperluan menghubungi orang tua, terutama bagi siswa yang rumahnya jauh dari sekolah. Saat jam pulang, mereka bisa menghubungi orang tua untuk dijemput,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum kebijakan larangan penggunaan HP dari Pemkot Ambon diterapkan, SD Negeri 8 Ambon sebenarnya telah memiliki aturan internal terkait penggunaan HP di sekolah. Di antaranya, siswa dilarang membawa HP selama hari efektif pembelajaran, kecuali untuk keperluan darurat. HP juga wajib dimatikan selama pelajaran berlangsung dan akan disita jika digunakan tidak sesuai dengan aturan sekolah.
Dengan adanya kebijakan resmi dari Pemerintah Kota Ambon, Jonna berharap proses belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan lebih efektif. Ia juga berharap siswa menjadi lebih giat belajar serta lebih bijak dalam menggunakan teknologi, khususnya handphone.
“Semoga kebijakan ini benar-benar membawa dampak positif bagi dunia pendidikan dan membentuk karakter siswa yang lebih disiplin dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (BN Grace)





