Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Negeri Hukurila kembali meminta perhatian pemerintah daerah untuk segera memperbaiki sejumlah ruas jalan yang rusak akibat longsor yang terjadi pada Juni 2025 di wilayah Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon.
Permintaan tersebut disampaikan Raja Negeri Hukurila, Jacobis JM. Hahijary, saat diwawancarai di Kantor Balaikota Ambon, Kamis (12/3/2026). Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat beberapa titik jalan yang kondisinya belum diperbaiki secara menyeluruh.
Menurut Hahijary, longsor yang terjadi pada pertengahan tahun 2025 lalu menyebabkan beberapa ruas jalan penghubung di wilayah Leitimur Selatan mengalami kerusakan cukup parah bahkan sempat terputus. Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut sebagai akses utama menuju Kota Ambon maupun ke sejumlah negeri di wilayah Leitimur Selatan.
“Longsor yang terjadi pada bulan Juni 2025 lalu menyebabkan beberapa titik jalan mengalami kerusakan cukup parah. Jalan tersebut merupakan akses utama yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas setiap hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa hingga kini baru satu titik jalan yang telah ditangani atau diperbaiki oleh pemerintah. Sementara beberapa titik lainnya masih dalam kondisi rawan, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Menurutnya, kondisi ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, mengingat saat ini Kota Ambon mulai memasuki musim hujan. Curah hujan yang tinggi berpotensi memperburuk kondisi tanah di sekitar badan jalan dan dapat memicu longsor susulan apabila tidak segera ditangani.
“Sekarang kita sudah mulai masuk musim hujan. Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir longsor bisa terjadi lagi dan itu tentu sangat berbahaya bagi masyarakat yang melintas,” kata Hahijary.
Ia menambahkan bahwa ruas jalan tersebut memiliki peran yang sangat penting bagi mobilitas masyarakat. Selain menjadi jalur penghubung antar negeri di Kecamatan Leitimur Selatan, jalan tersebut juga menjadi akses utama masyarakat untuk mengangkut hasil kebun, melakukan aktivitas ekonomi, serta mengakses layanan pendidikan dan kesehatan di pusat kota.
Karena itu, Pemerintah Negeri Hukurila berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut dengan segera melakukan perbaikan pada titik-titik yang masih rusak.
Hahijary juga menegaskan bahwa penanganan jalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Ambon, tetapi juga perlu mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku.
“Jangan hanya pemerintah kota saja yang turun, tetapi pemerintah provinsi juga harus terlibat agar penanganannya bisa lebih cepat dan menyeluruh,” tegasnya.
Ia menilai langkah cepat dari pemerintah sangat dibutuhkan agar kondisi jalan tetap aman dilalui masyarakat, terlebih saat intensitas hujan meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk memperbaiki ruas jalan yang masih rusak. Jalan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat, sehingga perlu ditangani secepatnya agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar,” harapnya. (BN Grace)





