Praka Sardiawan Anggota Yon Armed 13/Kostrad Ditemukan Tewas

TNI%2Btewas.%2B01%2B
Ilustrasi Tewasnya Anggota TNI

Ambon,Bedah Nusantara.com: Sekitar pukul 02.15 Wit telah meninggal dunia anggota Satgas Yonarmed 13/Kostrad Pos Liang Kecamatan Teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah yang diketahui bernama  Praka Sardiawan, NRP 31060330650184, jabatan  Ta evakuasi, satuan asal Yonkes 1 kostrad.

Kronologisnya,  tanggal 7 april 2015 pukul 02.15 Komanadan Pos  Liang,  Letda arm Alwin  mendapat telepon dari salah seorang warga, Bapak Neksi Yang merupakan guru di SMU Negeri 1 Tananahu bahwa ada anggota TNI yg tergeletak di pinggir jalan di kampung Tananahu kurang lebih 3 km dari pos.

Setelah mendapat informasi tersebut  Danpos dan 2 orang anggotanya mengecek ke TKP dan ditemukan anggotanya Telah tergeletak dengan beberapa luka memar dan luka tembak di bagian punggung.

Yang bersangkutan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat dan dinyatakan telah  meninggal dunia.

Sebelum kejadian, yang bersangkutan diketahui pergi bersama 3 warga sipil masing-masing Ahmadi (27) berprofesi sebagai  pegawai operator PLN Liang, Sukri Lokolo (23) berprofesi sebagai buruh somil, dan La Basah yang berprofesi sebagai operator somil.

Informasi yang didapat, tanpa ada perintah dan tanpa ijin Danpos yang bersangkutan membawa satu pucuk senjata bersama 3 warga sipil tersebut berkunjung ke Dusun Tananahu dimana sedang berlangsung acara pesta.

Yang bersangkutan diinformasikan sempat beradu mulut dengan warga setempat yang dalam keadaan mabuk sehingga dirinya bersama 3 rekannnya dikeroyok warga setempat.

Akibat pengeroyokan tersebut yang bersangkutan mengalami luka pukul dan tembakan dipunggung sedangkan 3 warga sipil lainnya juga mengalami luka pukul.

Senjata yang bersangkutan diamankan warga dan dibawah kepos untuk diamankan.

Mayat yang bersangkutan dibawah ke RST untuk dilakukan otopsi guna mengetahui peyebab kematiannya namun wartawan dilarang oleh aparat TNI bersenjata untuk mengadakan peliputan.

Sementara itu, Kapendam 16 Pattimura, Hasyim kepada wartawan mengatakan belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan meninggal akibat senjatanya sendiri atau senjata yang diduga dari masyarakat karena saat ini tim dari POM dan Polres sementara bekerja mencari tahu penyebab kematiannya.

“Sementara diselidiki, Apakah penyebab kematiannya karena terjatuh atau ada indikasi lain. Kita tunggu hasilnya saja,” jelasnya.

Hasyim juga membantah kalau ada luka tembak dibagian kanan tubuh korban.

“Kalau luka tembak saya tidak tahu. Kita tunggu hasiln akhirnya saja,” tandasnya. (BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan