![]() |
| Melky Lohy |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Ujian Sekolah (US) tingkat satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP),baru saja selesai dilaksanakan pada Sabtu (11/4) kemarin.
Dan tidak lama lagi mereka akan kembali mengikuti Ujian Nasional yang akan berlangsung dipertengahan bulan April ini.
Mengenai hal tersebut, Kepala Bidang pendidikan Menengah Dinas Pendidikan provinsi Maluku, yang juga ketua panitia pelaksana Ujian di Maluku. Melky Lohi kepada Bedah Nusantara.com, via telefon menerangkan bahwa, Jumlah peserta ujian nasional (UN) tahun ajaran 2014/2015, tingkatan SMP dan yang sederajat pada 11 kabupaten/kota di Maluku tercatat sebanyak 35.447 siswa.
Dijelaskannya,jumlah peserta UN ini sudah termasuk siswa SMP Luar Biasa (SMPLB) dan peserta yang akan mengikuti ujian paket B dari 11 kabupaten/kota di Maluku.
Terdiri dari siswa SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang tercatat sebanyak 34.619 orang, siswa SMP luar biasa (SMPLB) 92 orang, sedangkan 736 lainnya adalah siswa peserta yang akan mengikuti ujian paket B.
Lebih lanjut dijabarkan,Peserta UN SMP dan MTs terbanyak yakni kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yakni 8.064 siswa, yang kedua adalah Kota Ambon (6.541 siswa), selanjutnya Seram Bagian Barat (SBB) 4.640 siswa, kabupaten Buru (2.679 siswa) dan Maluku Tenggara Barat (MTB) 2.581 siswa.
Untuk peserta di Seram Bagian Timur (SBT) 2.335 siswa, Maluku Tenggara (Malra) 2.259 siswa, kemudian Kepulauan Aru (1.821 siswa), Buru Selatan (1.488 siswa), Kota Tual (1.442 siswa), dan Maluku Barat Daya (MBD) 1.597 siswa.
Sedangkan Jumlah peserta yang akan mengikuti ujian paket B hanya ada di delapan kabupaten/kota, dengan rincian Kabupaten MTB sebanyak 141 orang, Kota Ambon 138 orang, Malteng 131 orang, SBB 71 orang, Kabupaten Buru 51 orang, Kota Tual 46 orang, dan Buru Selatan 45 orang.
Selanjutnya kata Lohi, Untuk siswa SMPLB yang akan mengikuti UN hanya di empat daerah yakni Kota Ambon (45 siswa), MTB (25 siswa), Malteng (12 siswa) dan Maluku Tenggara (10 siswa).
Diakuinya, saat ini para siswa sedang mengikuti sejumlah tahapan persiapan menjelang ujian yang diprogramkan masing-masing sekolah, seperti bimbingan belajar dan ujicoba.
“Sedangkan ujian sekolah untuk siswa SMP sederajat yang akan mengikuti UN baru akan berlangsung pertengahan April,” katanya.
Ditambahkannya,kendati hasil UN tidak menentukan kelulusan siswa, akan tetapi para siswa diminta untuk tetap serius belajar dan mempersiapkan diri menghadapi UN nanti, Sebab hasil UN nantinya akan menjadi acuan dan standar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan sederajat atau bahkan ketingkatan yang lebih tinggi lagi.
Dirinya juga, mengimbau orang tua untuk dapat memperhatikan jadwal belajar siswa yang akan mengikuti UN, terutama mencegah mereka berkeluyuran di malam hari untuk melakukan kegiatan yang tidak jelas arah serta merugikan, serta memperhatikan pola makan dan istirahat para siswa, agar nantinya tidak terjadi hal-hal yang tidak inginkan saat para siswa sedang mengikuti ujian.terang Meky (BN-08)






