Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Persidangan Jemaat ke-43 Gereja Protestan Maluku (GPM) Bethabara Tahun 2026 resmi dibuka dalam suasana ibadah yang penuh khidmat di Gedung Gereja Bethabara Kayu Tiga, Kota Ambon, Minggu (22/2/2026). Persidangan ini menjadi momentum strategis bagi jemaat untuk mengevaluasi pelayanan tahun sebelumnya sekaligus merumuskan arah dan program kerja pelayanan ke depan.
Ibadah pembukaan diikuti oleh Majelis Jemaat, unsur perangkat pelayanan, serta jemaat dengan penuh rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Semangat persaudaraan yang terbangun dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen gereja untuk terus bertumbuh dalam iman dan karya pelayanan di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Ambon turut hadir dalam momen tersebut. Sambutan Wali Kota Ambon dibacakan oleh Asisten I Sekretariat Kota Ambon, Edwin J. Pattikawa. Dalam sambutan itu, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kontribusi GPM Bethabara yang selama ini konsisten mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam membangun karakter, moral, dan spiritual masyarakat.
Ditekankan bahwa gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan, memperkuat nilai toleransi, serta menciptakan stabilitas sosial. Gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat yang mampu melahirkan generasi yang berintegritas dan berdaya saing.
Pesan penting dari sambutan Wali Kota yang dibacakan Edwin J. Pattikawa menegaskan bahwa persidangan jemaat harus menjadi momentum evaluasi yang jujur dan terbuka, sekaligus ruang melahirkan keputusan-keputusan yang bijaksana, visioner, dan berpihak pada kepentingan bersama. Gereja diharapkan terus memperkuat pelayanan yang menyentuh kebutuhan riil jemaat, termasuk pemberdayaan ekonomi keluarga, pembinaan generasi muda, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kehidupan sosial.
Selain itu, jemaat juga diajak untuk menjaga persatuan, menghindari perpecahan, serta menjadikan nilai kasih sebagai landasan utama dalam setiap proses pengambilan keputusan. Sinergi antara gereja dan pemerintah ditegaskan sebagai kekuatan penting dalam mewujudkan Ambon yang rukun, damai, dan sejahtera.
Dengan dibukanya Persidangan Jemaat ke-43 ini, diharapkan GPM Bethabara semakin kokoh dalam panggilan pelayanannya, mampu menjawab tantangan zaman, serta terus menjadi berkat bagi masyarakat luas. Momentum ini menjadi bukti bahwa gereja dan pemerintah dapat berjalan bersama, saling mendukung, dan bersinergi demi kemajuan Kota Ambon yang harmonis dan berkelanjutan. (BN Grace)





