Penggunaan Barcode Pada Angkot Bukan Kebijakan Tapi, Pilihan

Ambon,Bedahnusantara.com:Pengunaan barcode pada angkutan umum yang ada di Kota Ambon bukan suatu kebijakan tapi, pilihan dalam bertransaksi secara digital.

AVvXsEgkZ5mBAyntA3T5Dbr0Nnfc fTrdHq SNG7uwz XIPa UKOPAheuUK ZL7YedTxb1 E3EeiY w2uinwwl0f mUTdpLihic16roeK656hS1tekbedPa83D8NUFjkbBl JiZz4Yj3lnQW3fvsuVuZxDegSviYKVTR0UJ6QeVCFC7VxfCjFVLA58oFFBSJA=w640 h360

Demikian hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Roby Sapulette kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin. (15/11/2021).

Dia mengatakan, penggunaan barcode dapat mempermudah para pengguna kendaraan umum dalam melakukan transaksi secara tunai maupun non tunai.

“Itu pilihan bagi para pengguna kendaraan umum, mau bayar secara tunai atau non tunai dalam mendukung Ambon Smart City,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dengan menggunakan barcode para penumpang tidak akan mengeluh akibat, ada pengemudi yang tidak melakukan tugas dengan baik.

“Ada penumpang yang sering mengeluh karena, bayar dengan menggunakan uang pas, misalnya harga transportasi Rp 3900,” ketusnya.

Penggunaan barcode menguntungkan para pelajar dan mahasiswa yang akan melakukan perjalanan menggunakan angkot, karena mereka akan melakukan pembayaran dengan  barcode.

“Mahasiswa dan pelajar dapat menggunakan barcode dengan membayar Rp 2000,” katanya.

Dia menambahkan, uji coba barcode dilakukan pada beberapa trayek diantaranya, trayek poka, Kebun Cengkeh dan Ahuru.

“Kita telah melakukan uji coba pada beberapa trayek dan tidak ada keluhan dari masyarakat di lapangan,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan