Ambon,Bedahnusantara.com:Pemerintah Provinsi (Pemprov)) Maluku mulai menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro skala 3.
Penyerahan bantuan berupa beras dan sembako yang diserahkan langsung oleh Gubernur Maluku Murad Ismail kepada kepada warga yang berada di lokasi Masjid Al-Fatah, Gereja Katolik, Kelurahan Benteng, dan Gereja Maranatha.
Dalam sambutan Gubernur Maluku mengatakan, penyaluran bantuan beras merupakan bantuan sosial dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial yang diserahkan pihaknya kepada masyarakat.
“Semoga bantuan beras kepada masyarakat bisa sedikit meringankan beban dimasa penerapannya PPKM mikro, ” ujar Gubernur Maluku pada Senin(26/7), di Halaman Masjid Al-fatah Ambon.
Dia menjelaskan, salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, adalah dengan menerapkan PPKM.
“Salah satu strategi dalam memutuskan rantai COVID-19 adalah program pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro, untuk Provinsi Maluku yang menerapkan PPKM yakni, kota Ambon dan Kabupaten Kepulauan Aru,” paparnya.
Dia meminta, masyarakat untuk mendukung sepenuhnya PPKM mikro. Pasalnya, perkembangan kasus terkonfirmasi COVID-19 di Maluku, bisa dibilang begitu pesat.
“Akhir-akhir ini di Maluku, perkembangan sangat cepat, untuk Maluku berdasarkan data Satgas COVID-19 per 25 Juli, ada 3106 orang dalam perawatan, 3963 orang sembuh, dan meninggal dunia 224 jiwa. Jadi tolong dukung PPKM sebagai upaya meminimalisir penularan,”katanya.
Dia menambahkan, tidak ada obat COVID-19 selain imun yang selalu di jaga, dengan berbahagia kita tidak mudah jatuh sakit.
“Kuncinya kita harus bahagia dengan meningkatkan imun dan kita tidak bisa mudah jatuh sakit,”tambahnya.
Bantuan sosial yang diserahkan Kementerian Sosial berupa beras total semua sebesar 24385 maupun bantuan KPM PKH Maluku kepada penerima bantuan beras dengan total 95744.( BN-02)






