Ambon, Bedahnusantara.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year) Kota Ambon mencapai 2,97 persen pada September 2025, meningkat dari posisi 2,66 persen pada September 2024. Angka tersebut menunjukkan kenaikan inflasi sebesar 0,31 poin persentase dalam satu tahun terakhir.
Berdasarkan data BPS, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Ambon naik dari 106,99 pada September 2024 menjadi 110,17 pada September 2025. Kenaikan ini dipengaruhi oleh peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta transportasi.
Plt Kepala BPS Kota Ambon Pauline Gasperz menjelaskan, Ambon kembali menjadi salah satu daerah dengan laju inflasi tertinggi di provinsi, meskipun masih berada dalam kisaran target nasional inflasi 2,5 ± 1 persen.
“Kenaikan harga beberapa komoditas pangan utama menjelang bulan-bulan akhir triwulan III menjadi salah satu pendorong utama inflasi tahunan di Ambon,” ujar Gasperz
Menanggapi capaian tersebut, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk terus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di pasar. Menurutnya, kerja sama lintas instansi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi kunci menekan gejolak harga.
“Pemerintah Kota Ambon terus berupaya memastikan pasokan bahan pokok terjaga dan harga tetap stabil. Kita bekerja sama dengan Bank Indonesia, Bulog, dan pelaku usaha agar inflasi tidak berdampak berat pada daya beli masyarakat,” ujar Wattimena di Balai Kota Ambon, Senin (6/10/2025)
Wattimena juga menambahkan, pengendalian inflasi menjadi salah satu empat target utama Pemkot Ambon tahun 2025, selain penurunan kemiskinan, peningkatan layanan publik, dan penguatan ekonomi lokal.
“Kita tidak bisa menghindari dinamika harga di pasar global, tapi kita bisa memastikan masyarakat Ambon terlindungi dari dampak terburuknya,” tambahnya.
Sepanjang periode September 2024 hingga September 2025, inflasi Kota Ambon sempat berfluktuasi.
• Pada November 2024, inflasi y-on-y tercatat 2,65 persen,
• Pada Desember 2024, inflasi melambat menjadi 1,92 persen,
• Lalu turun lagi menjadi 1,98 persen pada Mei 2025,
• Sebelum akhirnya meningkat ke 2,97 persen pada September 2025.
Fluktuasi tersebut terutama disebabkan oleh perubahan harga bahan pangan, transportasi, serta energi rumah tangga.
Dalam beberapa periode, Ambon kerap menjadi daerah penyumbang inflasi tertinggi di Provinsi Maluku. Pada April 2024, inflasi Ambon mencapai 2,83 persen, tertinggi di antara kabupaten/kota di Maluku. Fenomena serupa juga terjadi pada September 2024 dan September 2025, menunjukkan bahwa dinamika harga di ibu kota provinsi memiliki pengaruh besar terhadap rata-rata inflasi provinsi.
Meski inflasi tahunannya mengalami peningkatan, kondisi ekonomi Ambon dinilai masih stabil. Pemerintah Kota Ambon optimistis bahwa melalui koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, TPID, dan pelaku pasar, inflasi di bulan-bulan mendatang dapat ditekan agar tetap dalam kisaran aman. (BN Grace)





