Pemkot Diminta Tangani Masalah Covid-19 Tidak Seperti Awal Pandemi

Maluku, BedahNusantara.Com – Berdasarkan informasi yang didapat hingga Jumat (04/02/2022) kemarin, terjadi penambahan sekitar seratusan lebih orang terpapar virus Covid-19, sehingga total yang terkonfirmasi virus tersebut menjadi 267 kasus.

AVvXsEiYWu4wOiclftDfNfkxbhspxaVPaZYa1RLKvlqitANUeSXbM3S 3cW0NM bQR8rTDKVSnpg nnLOWqeTcLqFDRSeC7dOHphkTMn8qQxWQFEOkbXHoat7yJ7kyPX3VQkB5GmMa24FhnEOGaiACTbg1vWccm6N2ueydkWqkBmSA49XTjyiKVHWkiVF1tBQ=w640 h426

Akibat adanya peningkatan kasus penyebaran Covid-19 di Kota Ambon belakangan ini, menyebabkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah mengeluarkan Instruksi Walikota Ambon nomor 3 tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat RT/RW, Desa/Negeri dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019, dimana berlaku sejak tanggal 1-14 Februari 2022 mendatang.

Menanggapi perkembangan penyebaran Covid-19 tersebut, Anggota DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin, kepada bedahnusantara, Jumat (04/02/2022) mengatakan, terkait perkembangan terakhir penyebaran Covid-19 di Kota Ambon, masyarakat Kota Ambon sudah punya kekuatan atau kekebalan tubuh terhadap penularan virus, pasca dilakukan vaksinasi Pemkot Ambon sampai saat ini. 

“Ini harus dipahami, bahwa saat ini masyarakat di Ambon, sudah terlindungi dengan yang namanya Herd Immunity atau kekebalan tubuh terhadap penularan virus. Itu berarti, ada perlindungan secara tidak langsung dari penyakit, sehingga individu yang tidak kebal pun ikut terlindungi,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Wilayah (Sekwil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Maluku.

Menurutnya, untuk menjawab kondisi yang ada saat ini, maka kebijakan yang dikeluarkan Pemkot Ambon, tidak boleh seperti dulu awal penanganan Covid-19, sehingga tidak membuat masyarakat panik, dan berdampak pada ekonomi sosial maupun aktivitas publik saat ini.

Hal ini, tambah Rovik, dikarenakan masyarakat sudah punya kekebalan tubuh pasca vaksinasi yang sudah mencapai 90 persen, dimana untuk anak-anak usia 6-11 tahun, hampir semuanya juga sudah divaksin. 

“Pemkot harus percaya diri terlebih dulu, sebab dengan adanya kepercayaan diri, maka sudah tentu akan membangkitkan kepercayaan publik. Apalagi masyarakat sudah punya kekebalan tubuh, bahkan sudah capai 90 persen, termasuk hampir semua anak-anak usia 6-11 tahun, sudah divaksin,” ujarnya 

Lebih jauh dikatakan Anggota DPRD Maluku dapil Kota Ambon ini, Pemkot Ambon harus menjelaskan ke masyarakat, terkait dengan apa itu varian Omicron. “Sebab, menurut ahli seperti dokter Siti Fadilah mengatakan bahwa hadirnya Omicron, sebagai tanda-tanda bahwa Corona akan segera usai. Jadi Omicron ini hanya biasa-biasa saja. Untuk itu, hal ini harus benar-benar diperhatikan, agar jangan sampai menimbulkan kecemasan baru di Masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Ambon harus benar-benar memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat di kota ini yang sudah membaik, apalagi dalam waktu yang tidak terlalu lama, akan memasuki bulan suci Ramadhan. 

“Bukan hanya untuk berpuasa, beribadah, mereka juga  sudah mempersiapkan segala kebutuhan finansial dalam menjalankan Ramadhan. Saya minta Pemkot Ambon tidak mengambil kebijakan penanganan penyebaran Covid-19 Omicron dan sebagainya pasca Hard Imunity ini. Pemkot Ambon harus mementingkan kepentingan masyarakat. Jangan membangun wacana polemik isu yang  kemudian menjadi debat publik, sehingga masyarakat dibuat menjadi bingung,” pintanya ( BN -04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan