Pemkot Ambon Sosialisasikan Program Minat dan Budaya Baca

ayo baca
Pemkot Ambon Sosialisasikan 
Program Minat dan Budaya Baca
Ambon, Bedahnusantara.com: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon melakukan sosialisasi minat dan budaya baca bagi kepsek pada tingkat Sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Ambon yang berlangsung di Marina Hotel, Kamis (20/12).
Asisten III Setda Kota Ambon Romeo Soplanit mengatakan, minat baca anak usia sekolah Indonesia terbilang rendah, bahkan lembaga pendidikan dunia UNESCO menetapkan anak-anak Indonesia usia sekolah mengalami tragedi 0 buku artinya tidak ada buku yang dibaca oleh rata-rata anak sekolah usia 6 hingga 18 tahun selama setahun.
“Berdasarkan hasil survei anak-anak Indonesia hanya membaca 27 halaman buku pertahun dengan kata lain anak-anak usia sekolah di Indonesia hanya mampu membaca 1 halaman buku selama 15 hari, karena itu akhirnya UNESCO menyimpulkan bahwa anak kita masuk dalam tragedi 0 buku,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, budaya pendidikan sekolah dinilai menjadi faktor yang paling bertanggung jawab, karena budaya membaca tidak ditanamkan kepada anak didik di sekolah padahal dalam proses belajar mengajar guru selalu menggunakan buku sebagai ilustrasi untuk memberikan pemahaman kepada anak didik.
“Membaca itu penting, karena itu guru harus menjadi contoh sebab kalau guru suka membaca pasti anak-anak juga suka membaca,” akuinya.
Dia mengatakan, program wajib baca buku 15 menit sebelum jam Pelajaran dimulai dirasakan tidak cukup anak-anak kita harus didorong untuk jatuh cinta kepada buku makanya harus ada target berapa banyak buku yang wajib mereka baca dalam setahun.
“Ini lah yang akan menjadi inti dari sosialisasi minat dan budaya baca saat ini saya berharap bapak dan ibu kepala sekolah sebagai program unggulan sekolah sebab berbagai riset menunjukkan bahwa masyarakat dan Gemar Membaca berpengaruh pada ekonomi, pendidikan, kesehatan, toleransi, HAM dan semua segi kehidupan manusia,” terangnya.
Dia berharap, mulai tahun depan sekolah-sekolah sudah mulai mencanangkan Berapa jumlah buku yang wajib dibaca oleh anak-anak mulai dari kelas 1 sampai kelas 9.
“Mulai tahun depan semua sekolah dapat melakukan gerakan wajib membaca buku di sekolah masing-masing,” tandasnya. (BN-03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan