Pemkot Ambon Antisipasi Dini Kasus HIV-AIDS

Ambon,Bedahnusantara.com-Pemkot Ambon Tanggap Cepat antisipasi dini kasus HIV-AIDS yang semakin meningkat.WhatsApp Image 2023 09 14 at 14.08.12

Demikian hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Rabu (13/09/23).

Dia mengatakan, Pemkot Ambon dibantu yayasan pelangi melakukan tanggap cepat penanganan kasus HIV-AIDS.

“Kami tidak lamban dalam menangani kasus HIV-AIDS justru Kota Ambon yang paling cepat, karena kita langsung melakukan screening dengan cara menjemput bola di tempat-tempat yang beresiko terjadinya penularan HIV,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Ambon telah menyiapkan beberapa puskesmas yang siap untuk melakukan pemeriksaan terhadap warga kota yang ingin memeriksa atau menderita virus HIV atau tidak.

“Kita deteksi dini sejak beberapa tahun lalu. Karena itu, kita menemukan kasus HIV/AIDS yang lebih tinggi. Dengan deteksi dini tersebut, kita temukan lebih banyak dalam kondisi HIV. Sehingga ketika yang bersangkutan minum obat ARV secara teratur, dia tidak jatuh dalam kondisi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yang bisa menyebabkan kematian,” paparnya.

Menurutnya, ketika seseorang dengan HIV kemudian minum obat secara teratur, orang tersebut bisa beraktivitas seperti biasa dan bisa memperpanjang hidupnya.

“Oleh karena itu, Dinkes bergerak cepat untuk mendeteksi. Bayangkan fenomena gunung es. Ketika kita tidak mendeteksi dan menganggap aman-aman saja, ternyata di bawah ini terjadi penularan yang luar biasa. Sehingga kita berada dalam kondisi yang sulit untuk mengendalikan penyakit ini,” jelasnya.

Penularan HIV AIDS, kata Pelupessy, paling banyak melalui seks bebas. Ada juga melalui jarum suntik narkoba dan dari ibu ke anak.

“Penularan melalui jarum suntik narkoba, namun sudah jarang. Kemudian dari ibu ke anak, itu sudah tidak lagi kita temukan, karena skrining betul-betul ditetapkan di rumah sakit dan Puskesmas. Kita antisipasi dengan mewajibkan semua Puskesmas melakukan deteksi dini HIV kepada ibu hamil, penderita TBC dan semua pasien diabetes melitus,” jelasnya

Dia katakan, penularan melalui seks bebas ini menyangkut dengan perilaku. Oleh karena itu, diingatkan untuk tidak melakukan seks bebas. Jika melakukan, diingatkan untuk menggunakan kondom.

“Jika ada temuan, maka untuk mempercepat proses pemutusan mata rantai penularan, maka akan dilakukan skrining lanjutan,” tandasnya. [ BN Norina ]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan