![]() |
| Ilustrasi Psaar Valentine |
Ambon, Bedah Nusantara.com:
Pemerintah juga telah melakukan sosialisasi bahkan penarikan undian untuk menampati pasar valentine pun sudah dilakukan.
Masalah baru muncil ketika penarikan undian dilakukan karena hanya 3 orang pedagang dari pasar valentin yang datang mengambil undian dan sisanya adalah pedagang dari pasar tagalaya sendiri.
Para pedagang pasar valentin mengaku tidak mau di tempati di pasar tersebu dan memilih dipindahkan di pasar mardika bukan dipasar tagalaya.
Kita sudah mencoba memberikan penjelasan kepada para pedagang berulang kali karena pasar mardika sudah tidak dapat menampung banyaknya pedagang sehingga alternativ yang ditarwarkan oleh pemerintah adalah dengan memindahkan di Pasar Tagalaya, kata Kadisperindag Ambon Rudy Watilette kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (12/5).
Dikatakan pihaknya akan memanggil kembali para pedagang di pasar valentin untuk melakukan tatap muka bersama dan kalau memang dalam rapat nantinya tidak ada kesepakatan untuk segera keluar dari lokasi pasar valentin maka akan ada langkah tegas dari pemerintah.
Jadi kalau memang mereka tidak mau di pindahkan maka akan digusur secara paksa karena lokasi pasar valentin bukan miliki pemerintah dan harus segera di kembalikan kepada pemiliknya,” terang Watilette.
Watilete mengakui kalau pihaknya sudah berulang kali melakukan penjelasan kepada para pedagang dipasar valentin namun hasilnya nihil dan mereka lebih memilih bertahan atau dipindahkan ke pasar mardika.
“Kenyataan di lapangan, pedagang yang berada di pasar mardika sendiri pun ada yang tidak kebagian tempat dan terpaksa harus berjualan dibadan jalan dan kalau mereka mau dipindahkan ke pasar mardika mau di tempatkan di bagian sebelah mana,” tanya Watilette.
Jadi kami telah memberikan pemberitahuan dan pengertian, tapi jika para pedagang tetap tidak mau pindah maka kami akan tetap membongkar paksa mereka tanpa alasan apapun. (BN-03)






