![]() |
| Stevanus Tiwery |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Untuk memeriahkan 200 tahun hari pahlawan nasional Pattimura 15 Mei 2017 dan hari kebangkitan nasioinal 27 Mei 2017, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku menggelar menggelar karnaval budaya.
Karnaval budaya akan diikuti oleh 35 suku bangsa dan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei akan dihadiri Direktur Jenderal Kebudayaan RI DR Hilmar Farid.
Kepala BPNB Maluku Stevanus Tiwery mengatakan, Karnaval Budaya Multietnik merupakan program unggulan Balai Pelestarian Nilai Budaya Ambon yang di laksanakan secara rutin dalam rangka mendukung program pemerintah Provinsi Maluku mempromisikan Maluku sebagai destinasi pariwisata di Indoensia.
“BPNB Maluku mendorong kegiatan karnaval budaya multi etnik untuk merefreleksikan 200 tahun memaknai keberagaman untuk persatuan dan kesatuan bangsa, karena kita memiliki kekayaan yang begitu kompleks suku bangsa, adat dan budaya menjadi kekuatan tapi kalau tidak dijaga dan dipelihara agar, tidak punah,”ujarnya kepada wartawan di Ambon, Selasa (16/5).
Dia mengakui, karnaval budaya akan diikuti oleh 35 suku bangsa yang akan memberi kegembiraan dan rasa syukur terhadap 200 tahun hari pattimura sebagai pahlawan nasional.
“Event karnaval budaya sebagai moment silaturahmi antara berbagai etnis yang ada di Indonesia diantaranya, etnis dari sumatera, kalimantan, sulawesi, maluku dan papua kita berbaurt jadi satu dengan berbagai macam seni budaya untuk membangun daerah kita dari aspek kepariwisataan,”paparnya.
Karnaval budaya yang dilakukan BPNB Maluku sebagai moment penting yang harus dilaksanakan oleh semua anak bangsa untuk menyatukan semua perbedaan yang ada. selain itu lanjut dia, event ini untuk mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam rangka Ambon Menuju Kota Musik Dunia.
“Event ini harus didukung dan mendapat partisipasi semua pihak agar, dapat berjalan dengan sukses,” katanya.
Dia menambahkan, rute karnaval budaya akan dilaksanakan mulai dari lapangan merdeka, menuju jalan pattimura dilanjurkan ke jalan ahmad yani, turun ke jalan ponegoro, lanjutkan ke jalan AY Patti dan finish di gong perdamaian dunia (GPD) Ambon.
“KIta telah melakukan koordinasi dengan semua pihak termasuk pihak keamanan, agar karnaval budaya dapat dilaksanakan dengan baik,” terangnya.
Dia meminta, semua stake holders kebudayaan baik komunitas pemerintah, masyarakat, sanggar seni dan komunitas budaya mari kita berikan suport terhadap kegiatan ini.
“Saya minta semua pihak untuk mendukung karnaval budaya,”harapnya.
untuk diketahui demi memprovokasi masyarakat untuk memberikan suport, 35 suku bangsa akan menari di jalan-jalan tertentu. di depan akan dipimpin drum band korem 151 binaya dan drum band Xaverius dan totobuang dan seruling bambu dari Petra.(BN-02)
