Ambon, Bedah Nusantara.com: Melihat kondisi Maluku yang sudah semakin rawan penyalahgunaan narkotika terutama dikalangan pelajar, membuat Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) bergerak hati dengan melakukan sosialisasi narkotika bagi pelajar SMP negeri 3 Ambon.
Sosialisasi narkotika yang berlangsung di SMP Negeri 3 Ambon, merupakan kerjasama antara mahasiswa KKN UKIM desa Galala dan Hative kecil dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku. dengan narasumber, Stanly N Taghupia dan Madolfin Wenno merupakan penyuluh BBN Maluku dan Ivi Lawata yang merupakan dosen di UKIM, Fakultas Kesehatan, Jurusan Kesmas.
Usai memberikan sosialisasi, Stanly N Taghupia kepada wartawan, mengatakan materi yang dibawakan tentang dampak buruk penyalahgunaan narkotika bagi siswa/pelajar. Dan ternyata mendapat respon yang baik oleh seluruh pelajar. Apalagi Indonesia saat ini sedang berada dalam status narkoba.
Melalui sosialisasi ini, dirinya berharapn dapat membuka pengetahuan siswa tentang narkotika, sehingga siswa dapat membentengi diri dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
“Apalagi dengan usia remaja atau usia labil, ditambah dengan lingkungan yang jika tidak filter dengan baik, serta kuragnya pengetahuan maka pintu untuk penyalahgunaan narkotika terbuka lebar. Untuk itu diperlukan pengetahuan, dengan memberikan sosialisasi, merupakan salah satu upaya kami dari bidang pencegahan BNN Maluku untuk memprotek siswa sejak dini agar terhindar dari penggunaan dan peredaran gelap narkotika dikalangan pelajar,”ucapnya.
Sementara itu, ketua mahasiswa KKN UKIM Desa Galala Levinus Rodrigues, mengatakan sosialisai narkotika yang dilakukan di SMP negeri 3 Ambon sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab seluruh masyarakat Maluku dalam membantu pemerintah untuk menyelematkan generasi muda bangsa dari narkotika, terutama di lingkungan Galala-Hative Kecil.
“Dari assessment yang dilakukan di kedua desa ini, dapat dikatakan sebagai daerah yang mara terjadi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Itu sebabnya kondisi lingkungan seperti ini baik secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan pengaruh bagi para siswa yang setiap harinya beraktivitas di kedua negeri tersebut,”tuturnya.
Oleh sebab itu, lanjut Rodrigues dukungan daru mahasiswa dalam upaya pencegahan melalui kegiatan penyuluhan, bagi para siswa terhadap dampak dari penyalahgunaan narkotika sangatlah pentiing demi membangun generasi muda yang cerdas dan bebas narkotika.
Hal yang sama, juga disampaikan ketua mahasiswa KKN Negeri Hative Kecil Sakri Refurm, bahwa sosialisasi narkotika yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian bagi generasi muda Maluku, yang sudah semakin terpuruk akibat penggunaan narkotika.
“Untuk itulah melalui sosialisasi ini kita bisa menyampaikan masalah narkoba bagi pelajar untuk mengetahui dan mengenal lebih jauh dampak penggunaan narkoba, yang berujung pada kematian,”pungkasnya. (BN-05)
