![]() |
| Press Conference Walikota Ambon Soal Penyebar Isu Hoax |
Ambon, Bedahnusantara.com: Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengancam akan melakukan proses hokum terhadap oknum yang menyebarkan isu negative terhadap bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini.
“Ada berita-berita yang sifatnya hoax yang berdampak kepada Ambon secara langsung maupun tidak langsung akan ditelusuri dan proses sesuai hokum yang berlaku,’’akuinya saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Pacific Hotel bersama Sekretaris Kota Ambon Anthony Gustav Katuheru, Kepala BMKG Ambon Bram Mustamu dan Kepala BPBD Kota Ambon Enrico Matitaputty, Sabtu (4/11).
Menurut dia, sebagai masyarakat yang baik harus memeberitakan secara objktif kondisi alam yang terjadi di Kota Ambon akibat, gempa bukan memberitakan penjelasan yang tidak informative.
“Berita yang beredar di masyarakat bukan dilansir oleh media tapi, dibuat oleh WA dan FB, paling informasi yang resmi dari BMKG Ambon maupun BPBD Kota Ambon,’’ungkapnya.
Pihaknya, telah menegaskan kepada pegawai untuk inventarisir nomor handphone yang memberikan info hoax. Karena lanjut dia, hal ini meciptakan keresahan ditengah masyarakat.
“Masyarakat harus mengikuti perkembangan yang disampaikan BMKG agar, kita miliki informasi yang akurat,’’katanya.
Dia mengakui, pihaknya akan memberikan ganti rugi kepada rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana.
“Kita akan ganti rugi rumah yang rusak sementara fasilitas pemerintah yang rusak akan dilakukan perbaikan sesuai proporsi,’’terangnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Kota Ambon Bram Mustamu menambahkan, sesuai monitoring terjadi gempa bumi yang mengejutkan masyarakat, dimana pada tanggal 31 Oktober 2017 lalu telah terjadi gempa bumi pada kisaran 30-50 km yang dirasakan sampai hari ketiga.
“Sejak 31 oktober pada pukul 20:50 WIT terjadi gempa awal dan diikuti dengan gempa susulan yang berkisar 104 gempa bumi yang teranalisis dimana, pada hari kedua terjadi 24 gempa bumi yang teranalisis dan pada hari ketiga terjadi 8 gempa bumi serta hari keempat 3 gempa bumi,’’ungkapnya.
Kejadian gempa secara distribusi frekuensi menurun kekuatan gempa yang terjadi karena, gempa cenderung telah stabil. Kalau kita identifikasi gempa utama 6,0 km maka, kekuatan gempa akan menurun bukan berarti tidak ada gempa namun, dibumi ini tetap akan ada gempa bumi.
“Secara statistic kita jelaskan,dari sisi tehnis gempa sudah kondusif, pemerintah punya otoritas untuk hilangkan gempa bumi,”akuinya.
Sedangkan Kepala BPBD Kota Ambon Enrico Matitaputty menjelaskan, dampak yang diakibatkan oleh gempa bumi pada tanggal 31 Oktober 2017 lalu, telah terjadi kerusakan 1 unit pusat perbelanjaan di lokasi MCM Ambon, 2 unit gedung fakultas kedokteran dan fakultas pertanian Unpatti, 4 unit gedung sekolah, 1 unit gedung Kantor Damkar Kota Ambon, kerusakan bangunan di bandara international Pattimura dan kerusakan 40 unit rumah.
“Tercatat di Kecamatan Sirimau 4 unit rumah rusak ringan dan 30 unit rusak sedang, kecamatan baguala 1 unit rusak sedang dan kecamatan teluk ambon 5 unit rusak sedang, kerusakan retak dan lantai yang pecah,’’ungkapnya.(BN-O2)





