Ambon, Bedahnusantara.com – menindaklanjuti laporan 39 pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan di pindahkan pada lokasi baru di pasar gotong royong.
Sesuai aduan atau laporan yang di buat 39 pedagang kaki lima (PKL) untuk anggota dewan dalam pertemuan beberapa waktu lalu membuahkan hasil dan respon cepat dari anggota komisi II DPRD Kota Ambon.
Pada tanggal 1 Juli 2025 Komis II DPRD kota Ambon melakukan tinjauan lapangan secara langsung dan melihat kelayakan d lokasi yang di sediakan pemerintah Kota Ambon.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, Josias Pieter Loppies memberikan apresiasi yang besar untuk respons anggota DPRD Kota Ambon khususnya komisi II. Dari hasil Kunjungan yang dilakukan oleh Komisi II DPRD Kota Ambon Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon telah membuat Usulan telaan” dalam konteks perencanaan dan pembangunan, merujuk pada usulan yang diajukan untuk diteliti dan dianalisis lebih lanjut terkait perbaikan untuk pasar gotong royong.
“Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon telah membuat Usulan telaan yang di berikan kepada walikota ambon mengingat pasar gotong royong itu merupakan aset dari pemerintah Kota Ambon jadi pastinya akan menjadi prioritas guna dapat di gunakan masyarakat pedagang kaki lima (pkl),” ungkap Loppies saat di wawancarai oleh wartawan Bedahnusantara.com di Kantor DPRD Kota Ambon, Selasa (2/7/2025).
Loppies mengakui, pasar gotong royong itu dulu di bangun oleh PT. Modern Multi Guna sekitar 30 tahun lalu.
“Pasar itu di bangun PT. Modern Multi Guna namun sekarang sudah menjadi milik pemerintah Kota Ambon, jadi untuk perbaikan anggarannya mengunakan anggaran pemerintah Kota hanya PT. Modern Multi Guna yang akan melakukan perbaikan,” jelasnya.
Loppies menambahkan, perbaikan ini sesuai Usulan telaan yang di buat perbaikan pasar gotong royong akan dilakukan secepatnya dan dapat ditempati dalam waktu dekat.
“Perkiraan saya kalo usulan ini jalan ditargetkan perbaikan pasar gotong royong akan memakan waktu hanya 2 bulan dan dapat di tempati oleh 39 pedagang kaki lima (PKL). ( BN Grace )






