Ambon, Bedahnusantara.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ambon terus berjalan, meski capaian layanan masih terbatas. Berdasarkan data per 4 September 2025, dari total 482 sekolah tingkat TK, PAUD, SD, dan SMP di Kota Ambon, baru 112 sekolah yang terlayani.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 16 ribu siswa dari total 60 ribu lebih siswa yang tercatat di 482 lembaga pendidikan di bawah kewenangan pemerintah kota. Artinya, capaian layanan MBG baru berada di kisaran 21 hingga 23 persen, baik dari sisi jumlah sekolah maupun jumlah siswa penerima manfaat.
Anggota DPRD Kota Ambon dari Komisi II, Christianto Laturriuw, saat diwawancarai di Kantor DPRD Kota Ambon, Jumat (3/10/2025), menjelaskan bahwa capaian ini memang masih jauh dari target. Namun, pihaknya menekankan pentingnya tidak hanya berfokus pada jumlah, melainkan juga kualitas penyajian makanan.
“Yang paling utama harus diperhatikan adalah faktor higienis dan kualitas makanan. Jangan sampai program ini justru menimbulkan masalah kesehatan, seperti kasus keracunan atau anak-anak yang tidak cocok dengan menu yang diberikan,” tegas Christianto Laturiuw.
Berdasarkan data, hingga saat ini terdapat 9 dapur yang sudah beroperasi untuk mendukung penyediaan makanan bergizi, sementara 5 dapur tambahan masih dalam proses persiapan. Komisi II meminta agar seluruh dapur benar-benar memenuhi standar higienitas dan melibatkan tenaga ahli serta tenaga masak yang kompeten.
“Kami menekankan agar setiap dapur memiliki sertifikasi yang jelas. Bagaimana kondisi dapurnya, siapa tenaga masaknya, hingga bagaimana pengawasan kualitas makanannya. Semua ini harus diperhatikan serius karena yang kita layani adalah generasi penerus,” tambahnya.
Selain itu, Laturiuw juga menyoroti perlunya memperhatikan kondisi khusus siswa, seperti adanya alergi terhadap jenis makanan tertentu. Hal ini, menurutnya, harus menjadi indikator penting dalam menentukan menu agar tidak menimbulkan risiko kesehatan baru.
“Konsep utama dari program ini adalah memastikan tidak ada lagi anak-anak sekolah kita yang lapar atau kesulitan mendapatkan makanan bergizi. Karena itu, fokusnya jangan hanya pada berapa banyak yang sudah terlayani, tapi juga bagaimana kualitas makanan yang diberikan,” tandasnya.
Komisi II DPRD Kota Ambon menegaskan akan terus melakukan fungsi pengawasan bersama pihak terkait, sehingga pelaksanaan MBG di Kota Ambon tidak hanya menyentuh lebih banyak siswa, tetapi juga menjamin makanan yang disajikan benar-benar sehat, bergizi, dan higienis. (BN Grace)





