Lapas Wahai Tampilkan Karya Warga Binaan dan Produk UMKM di Ambon

IMG 9492 scaled

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai hasil karya warga binaan. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya, saat diwawancarai di Ambon, Jumat (10/4/2026).

Noya menjelaskan, dalam setiap kesempatan kegiatan, pihaknya selalu menghadirkan beragam produk unggulan hasil karya warga binaan, sekaligus produk UMKM masyarakat sekitar. Salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah miniatur kapal berbahan PVC yang kini telah menjadi ikon Lapas Wahai.

“Yang pertama itu kapal PVC yang memang sudah menjadi ikon dari Lapas Wahai. Selain itu, kami juga menampilkan pebble art atau kerajinan dari batu yang sudah dikreasikan,” ungkap Noya.

Tak hanya hasil karya warga binaan, Lapas Wahai juga turut memfasilitasi promosi produk UMKM lokal, seperti keripik tempe dan keripik berbahan kacang hijau. Secara keseluruhan, terdapat sekitar empat jenis karya dan produk yang rutin ditampilkan dalam berbagai kegiatan.

Menurut Noya, keterlibatan Lapas Wahai dalam kegiatan promosi ini juga sejalan dengan program Pemerintah Daerah, khususnya 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon yang salah satunya berfokus pada penguatan sektor UMKM.

“Kami berharap Pemerintah Kota Ambon dapat terus mendukung, termasuk jajaran pemerintahan publik lainnya, agar Lapas Wahai juga bisa berkontribusi dalam pengembangan UMKM,” ujarnya.

Ia mengakui, meskipun Lapas Wahai berada di wilayah yang cukup terpencil, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk tetap aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan promosi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami memang berada di wilayah yang cukup jauh, namun kami tetap optimis untuk terus berpartisipasi dan mendukung program UMKM. Ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat,” tambahnya.

Noya menegaskan, keikutsertaan Lapas Wahai dalam berbagai kegiatan tidak hanya bertujuan mempromosikan produk, tetapi juga menjadi wadah bagi warga binaan untuk menunjukkan kreativitas dan meningkatkan keterampilan mereka sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

“Kami cukup sering mengikuti kegiatan seperti ini, karena ingin mempromosikan hasil karya warga binaan sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang,” tutupnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan